Category: Kehamilan

Teether yang Tepat Untuk Sang Buah Hati

 

Saat bayi berusia sekitar 4-7 bulan, gigi bayi akan mulai tumbuh. Saat masa pertumbuhan gigi, gusi bayi akan terasa nyeri dan juga bengkak karena jalur untuk pertumbuhan gigi mulai terbuka. Hal ini akan membuat bayi menjadi rewel dan mudah marah sehingga hal ini akan membuat tidur bayi menjadi tidak nyenyak dan juga mengganggu pola makannya. Untuk mengatasinya, Mom bisa memberikan teether untuk si kecil.

Memilih Teether Bayi

Ada banyak pertimbangan yang harus dilakukan saat ingin membeli teether. Beberapa pertimbangan yang bisa Mom lakukan yaitu:

  1. Memeriksa label kemasan

Sebelum membeli teether, pastikan untuk selalu memeriksa label kemasan. Ini bertujuan agar Mom tahu material apa yang digunakan untuk membuat teether tersebut. Sebaiknya pilih teether yang bebas BPA, pewarna buatan, dan phthalates. Dengan mencari tahu bahan atau material di dalamnya, Mom bisa lebih mudah memastikan apakah teether tersebut aman untuk bayi.

  1. Perhatikan bahan yang digunakan

Sebaiknya pilih teether yang terbuat dari bahan karet atau silicon karena bahannya lebih empuk dan juga tidak menyakiti bayi. Umumnya, teether yang berisi gel dan bintik kecil akan memudahkan bayi untuk menggigit teether. Namun perlu diingat bahwa semakin bertambahnya usia dan pertumbuhan gigi, Mom perlu memilih bahan teether yang lebih padat yang bertujuan untuk meningkatkan kekuatan gigi bayi.

  1. Lihat ukuran

Sebaiknya memilih teether yang sesuai dengan usia dan ukuran mulut bayi. Hal ini karena ukuran teether yang tidak pas dapat berpotensi membuat bayi tersedak dan membuatnya tidak nyaman sehingga ia tidak ingin menggigitnya lagi. Pastikan teether mudah dipegang dan dimasukkan ke mulut bayi.

  1. Gunakan teether baru

Pastikan untuk membeli teether baru karena lebih terjamin keamanannya dan juga menghindari risiko teether yang terpapar kuman, bakteri atau berbagai zat kimia berbahaya lainnya. Teether yang baru biasanya akan selalu mengalami peningkatan sehingga dapat memberikan keamanan dan kenyamanan yang lebih baik untuk bayi.

  1. Isi teether

Teether memiliki isi yang berbeda-beda umumnya terdiri dari 2 jenis yaitu gel dan air. Teether berisi air adalah teether yang umum sedangkan yang berisi gel biasanya memberikan sensasi dingin. Teether gel dapat diberikan saat akan mulai tumbuh gigi sehingga bisa membantu mengurangi nyerinya.

Perhatikan Ini Sebelum Menggunakan Teether

  1. Awasi penggunaannya

Memang teether telah teruji aman dan menggunakan bahan-bahan yang tidak berbahaya karena merupakan gigitan bayi. Namun ada baiknya untuk tetap mengawasi penggunaan teether agar bayi terhindari dari hal-hal yang tidak diinginkan dan menjaga agar bayi tetap aman.

  1. Rutin dibersihkan

Teether pasti akan sering terkena air liur bayi dan kemudian diletakkan begitu saja. Ini akan membuat teether bisa menjadi sarang bakteri apabila terus dibiarkan. Maka dari itu Mom harus selalu membersihkan teether setelah digunakan dengan menggunakan sabun bayi dan air mengalir untuk mencegah pertumbuhan bakteri.

  1. Simpan di wadah khusus

Sebaiknya Mom menyediakan sebuah wadah khusus untuk menyimpan teether. Hindari menyimpan teether di ruangan terbuka atau bersama dengan mainan lainnya untuk menghindari kotoran dan debu yang menempel pada teether apalagi teether nantinya akan digigit oleh bayi.

  1. Membekukan teether

Mom bisa mencoba membekukan teether karena efektif untuk mengatasi rasa nyeri saat masa pertumbuhan gigi. Namun sebaiknya teether tetap di dalam wadah untuk menghindari bakteri yang ada.

  1. Hanya gunakan teether

Ingat bahwa Mom hanya boleh menggunakan teether untuk mengurangi rasa nyeri yang dialami bayi. Hindari menggunakan barang lain seperti mainan karena ini dapat beresiko membuat bayi tersedak atau terpapar bakteri dan debu yang menempel pada mainan tersebut. Ini juga tidak baik untuk pertumbuhan gigi anak.

Teether Dr Brown’s

Dr Brown bekerja sama dengan pediatric dentist yang kemudian menghadirkan rangkaian teether yang berkualitas dan pastinya aman dan nyaman untuk kebutuhan bayi pada saat masa-masa pertumbuhan giginya.

Teether dari Dr Brown’s terbuat dari bahan 100% silicone sehingga nyaman untuk gusi bayi. Tidak perlu khawatir karena bahan yang digunakan sudah BPA Free. Ada banyak pilihan motif teether Dr Brown’s termasuk beragam warna dan karakter yang lucu sehingga dapat menarik perhatian bayi. Bentuk teether telah dirancang sedemikian rupa mengikuti bentuk mulut bayi dan menjangkau gusi belakang.

Fungsi Teether Dr Brown’s

  1. Transition teether orthees

Teether Dr Browns dapat mendukung proses transisi mulai dari menggunakan empeng menjadi teether serta membantu membersihkan gusi dari sel-sel yang mati saat pertumbuhan gigi. Apabila sel ini dibiarkan, maka dapat menimbulkan infeksi.

  1. Soothing teether cooles

Teether ini dapat membantu meringankan rasa nyeri pada gusi karena terbuat dari bahan silicone yang lembut sehingga bisa memberikan efek dingin apalagi jika dimasukkan ke dalam kulkas.

  1. Massaging teether ridgees

Teether ini memiliki permukaan yang agak keras namun tetap cukup lunak untuk digigit dan bentuknya yang mirip jerapah membuatnya bisa menjangkau ke bagian dalam lebih baik.

  1. Ergonomic teether fleexes

Teether Dr Brown’s dapat membantu melegakan rasa gatal pada gusi dan merangsang sensitivitas gigi karena bersifat fleksibel, lembut, dan permukaannya bergerigi namun tetap halus.

  1. Texture exploration

Tekstur bergerigi dan motif yang unik pada teether dapat membantu si kecil untuk belajar dan mengeksplorasinya.

  1. Motoric development

Menggunakan teether ini dapat membantu si kecil melatih kemampuan motoriknya seperti menggigit, mengunyah, dan menggenggam.

Teether Dr Brown’s memiliki banyak pilihan bentuk, warna dan desain teether yang lucu sehingga dapat menarik perhatian bayi mencegahnya untuk menggapai barang lainnya yang tidak aman baginya. Teether juga dapat melatih gigitan bayi dan jug genggamannya.

 

 

Ingin Cepat Hamil? Ikuti 5 Kiat Singkat Ini!

Apakah saat ini Anda sedang berusaha untuk memperoleh kehamilan? Ingin cepat hamil? Atau bahkan Anda sedang berharap memiliki bayi pada waktu tertentu dalam satu tahun ini? Anda tidak perlu khawatir, karena banyak sekali cara yang bisa Anda ikuti agar Anda bisa dengan cepat mendapatkan momongan.

 

5 Kiat Cepat Hamil

Nah, di bawah ini ada 5 kiat sukses dan singkat yang bisa Anda perhatikan agar Anda bisa cepat hamil, diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Konsultasi dengan dokter

Anda lebih mungkin mengalami kehamilan yang sukses ketika tubuh Anda melakukan tugas yang seharusnya dilakukan. Letakkan landasan untuk kehamilan yang sehat dengan menjadwalkan pemeriksaan prakonsepsi dengan dokter atau bidan untuk mengetahui apakah Anda berada dalam kondisi terbaik untuk bayi  dan untuk mengetahui perubahan apa yang bisa membantu Anda agar cepat hamil.

Anda mungkin tidak dapat menyelesaikan masalah kesehatan sendiri dengan sesegera mungkin, tetapi dengan mengambil langkah-langkah ini, maka sesegera mungkin mampu mempersiapkan Anda untuk kehamilan yang sehat.

  1. Rencanakan kehamilan yang sehat

Mulailah mengonsumsi asam folat setidaknya satu bulan sebelum Anda mulai mencoba untuk hamil. Nutrisi ini  dapat mengurangi resiko cacat lahir tertentu.

Nasehat baik lainnya yang dapat membantu Anda mengandung bayi yang sehat diantaranya adalah: Hentikan kebiasaan tidak sehat (seperti minum, merokok, atau menggunakan obat-obatan terlarang), jaga berat badan Anda sehingga menjadi sehat, dan batasi asupan kafein Anda hingga kurang dari 300 miligram sehari (sekitar 16 ons kopi).

Cari tahu apa lagi yang dapat Anda lakukan sebelumnya untuk memberikan bayi Anda awal yang sehat.

  1. Cari tahu kapan Anda berovulasi

Kunci untuk hamil dengan cepat adalah mencari tahu kapan Anda akan mengalami ovulasi, atau melepaskan sel telur dari ovarium Anda.

Anda berovulasi hanya sekali setiap siklus menstruasi. Jika Anda dapat mengetahui kapan Anda akan mengalami ovulasi, Anda dan pasangan Anda dapat melakukan hubungan seksual untuk kesempatan terbaik untk hamil dalam siklus tersebut.

  1. Berhubungan seks pada waktu yang tepat

Setelah Anda mengetahui kerangka waktu untuk ovulasi, rencanakan untuk berhubungan seks selama masa subur Anda, yaitu dua hingga tiga hari sebelum ovulasi sepanjang hari Anda berovulasi.

Jika Anda tidak yakin kapan masa subur Anda, usahakan melakukan hubungan seks setiap hari selama dua minggu pertengahan siklus Anda. Dengan begitu Anda cenderung memiliki sperma yang sehat di saluran tuba Anda setiap kali tubuh Anda melepaskan sel telur.

Kiat lain: Jika Anda dan pasangan menunggu untuk melakukan hubungan seks hingga masa subur Anda, pastikan Anda belum terlalu lama menggunakan mantra kering. Pasangan Anda harus berejakulasi setidaknya sekali dalam sehari tepat sebelum masa subur Anda. Jika tidak dilakukan, maka kemungkinan besar terjadinya penumpukan sperma pada air mani.

  1. Berikan sperma dorongan

Sperma yang kuat dan sehat memiliki peluang terbaik untuk membuahi sel telur. Pasangan Anda dapat melakukan beberapa hal untuk mencoba meningkatkan kesuburannya, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Tinggalkan tembakau dan narkoba.
  • Batasi minuman beralkohol hingga tidak lebih dari tiga hari.
  • Dapatkan berat badan yang sehat
  • Memperoleh asupan nutrisi yang cukup diantaranya seperti seng, vitamin C, dan juga asam volat yang bisa membantu sperma pasangan Anda menjadi kuat dan jumlahnya berlimpah.

5 Daftar Makanan Agar Cepat Hamil

Tidak sedikit pasangan suami istri yang ingin segera mendapatkan keturunan setelah mereka menikah. Namun faktanya, banyak diantaranya pasangan suami istri yang sulit mendapatkan kehamilan karena beberapa faktor. Namun ada juga sebagian diantaranya yang justru langsung mendapatkan kehamilan itu sendiri.

Lantas, bagaimana caranya agar bisa cepat hamil? Sebenarnya banyak cara yang bisa Anda lakukan agar Anda bisa cepat hamil, salah satunya dengan memperhatikan makanan yang Anda konsumsi. Mengapa? Karena makanan yang Anda konsumsi ternyata bisa membantu Anda agar bisa cepat hamil.

 

Daftar Makanan Agar Cepat Hamil

Banyak perempuan yang langsung mendapatkan kehamilan meskipun mereka tidak mengatur makanan yang dikonsumsi. Namun jika Anda merasa perlu untuk mengatur makanan yang dikonsumsi demi cepat memperoleh momongan, maka Anda bisa memilih berbagai jenis makanan untuk menyuburkan kandungan Anda.

Gizi yang terkandung dalam makanan akan mendukung usaha Anda agar bisa cepat hamil. Jika Anda sudah siap untuk hamil, maka Anda bisa mengkonsumsi makanan agar cepat hamil. Berikut 5 daftar makanan agar Anda bisa cepat hamil, yaitu sebagai berikut:

  1. Daging

Jenis daging yang bisa Anda konsumsi agar cepat hamil yaitu jenis daging sapi serta daging ayah dengan kandungan lemak yang rendah. Jika Anda mengkonsumsi makanan ini, maka Anda bisa memperoleh asupan protein dan juga zat besi yang cukup.

Namun ingat! Makanlah dengan porsi yang cukup dan jangan berlebihan. Dalam satu hari, Anda hanya dianjurkan mengkonsumsi daging yang sudah di olah 2 porsi saja. Mengapa? Karena dalam sebuah penelitian menyebutkan, jika tubuh Anda menerima asupan protein dengan jumlah berlebih, maka bisa menurunkan tingkat kesuburan Anda.

  1. Makanan yang mengandung protein nabati

Jika Anda seorang vegetarian dan tidak mengkonsumsi daging, maka Anda bisa memanfaatkan sumber protein nabati. Untuk jenis makanan yang mengandung protein nabati ini diantaranya adalah tahu, tempe, susu kedelai, kacang polong, atau bahkan sayur bayam.

  1. Ikan

Ikan pastinya memiliki kandungan asam lemak omega-3, yang mana kandungan ini sangatlah penting untuk meningkatkan kesuburan Anda. Kandungan omega-3 ini umumnya ditemukan di beberapa jenis ikan, seperti ikan sarden, ikan lele, dan juga ikan salmon.

  1. Susu dan produk olahannya

Ada beberapa merek susu ternama yang mana sudah memproduksi susu khusus untuk persiapan kehamilan, yang mana tujuan diproduksi susu ini yaitu sebagai solusi agar cepat hamil. Namun bukan hanya susu, berbagai jenis produk olahan susu lainnya juga ternyata baik Anda konsumsi untuk membantu tingkat kesuburan Anda.

Olahan susu yang baik dikonsumsi untuk mempersiapkan kehamilan diantaranya adalah keju, dan juga yogurt. Namun ingat, meskipun baik untuk kesuburan, Anda tetap harus lebih selektif dalam memilih produk olahan susu, pilihlah jenis susu rendah atau bahkan bebas kandungan lemak untuk tetap menjaga kesehatan tubuh Anda.

  1. Makanan yang mengandung zinc

Mengapa harus makanan yang memiliki kandungan zinc? Karena zinc memiliki manfaat yang baik untuk memperlancar menstruasi. Jika menstruasi Anda lancar, maka tubuh bisa memproduksi sejumlah sel telur yang lebih banyak dari biasanya. Maka dari itu, penting untuk Anda mengkonsumsi makanan yang tinggi akan kandungan zinc untuk meningkatkan kesuburan Anda.

Berbagai jenis makanan dengan kandungan zinc yang tinggi bisa Anda temukan dengan mudah seperti kuning telur, tiram, bawang putih, hati sapid an juga biji wijen. Jika Anda takut untuk mengkonsumsi tiram karena kandungan merkuri di dalamnya, maka Anda bisa memilih jenis makanan lainnya.

Untuk Para Istri, Ini Dia Tips Cepat Hamil yang Bisa Anda Terapkan Bersama Pasangan

Sebagian besar pasangan suami istri yang baru saja menikah pastinya akan mendambakan hadirnya buah hati di keluarga kecil mereka. Namun sayangnya, tidak semua pasangan bisa dengan mudah memperoleh keberuntungan tersebut, bukan?

Faktanya, memperoleh kehamilan memang akan sangat tergantung pada banyak faktor, yang mungkin saja kita akan merasa sulit untuk memprediksi hal tersebut. Akan tetapi Anda bisa menemukan berbagai cara agar Anda bisa segera memperoleh kehamilan, dimulai dari cara yang biasa hingga cara yang sangat luar biasa yang mungkin saja tidak pernah Anda pikirkan.

Penting untuk Anda ketahui, bahwa peluang setiap wanita untuk memperoleh kehamilan sangatlah seidkit, yaitu sekitar 15025% di setiap bulannya. Para wanita tersebut akan memiliki peluang yang uckup besar untuk segera memperoleh kehamilan jika mereka bisa berhasil mempertemukan sel telur dengan sperma di waktu yang tepat. Kapan waktu yang tepat itu? Yaitu waktu dimana mereka melakukan hubungan suami istri pada masa ovulasi.

Harus kita ketahui bahwa sel telur biasanya hanya mampu bertahan hidup sekitar 12-24 jam setelah proses pelepasan. Nah, proses ini umumnya akan terjadi sekitar 14 hari setelah hari pertama masa menstruasi terakhir, hal ini dipastikan jika seorang wanita memiliki siklus yang normal, yaitu sekitar 28 hari.

Jika seperti itu, bagaimana kehamilan bisa terjadi? Kehamilan hanya akan terjadi dan terbentuk jika sel telur dan sperma bisa bertemu, kemudian sperma membuahi sel telur pada masa ovulasi.

 

Tips Cepat Hamil Untuk Anda dan Pasangan

Nah, di bawah ini ada sedikit tips cepat hamil yang bisa Anda perhatikan, jika Anda tertarik maka Anda bisa mencoba tips ini bersama pasangan, diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Teraturlah berhubungan seks

Seperti yang sudah kami bahas di artikel-artikel sebelumnya, bahwa hal utama yang bisa dan harus Anda lakukan yaitu teratur dalam melakukan hubungan suami istri. Bukan hanya teratur, namun Anda juga dianjurkan untuk melakukan hubungan suami istri ini di waktu tertentu, yiatu di mana tubuh sang istri berada pada masa subur atau pada masa ovulasi.

Untuk melakukan hubungan suami istri, Anda tidak diharuskan melakukannya setiap hari, namun Anda bisa melakukannya dua hari satu kali, mengapa? Karena seperti yang kita ketahui, jika sperma bisa bertahan selama 12-24 jam lamanya.

  1. Gaya hidup sehat

Bukan hanya teratur dalam melakukan hubungan intim, Anda juga dianjurkan untuk menerapkan gaya atau pola hidup yang sehat. Karena akan percuma jika Anda teratur melakukan hubungan suami istri namun pola hidup Anda sangat buruk, maka akan berpengaruh terhadap peluang keberhasilan memperoleh kehamilan.

Seperti apa gaya hidup sehat itu? Seperti rutin atau teratur berolahraga, untuk wanita pastikan Anda melakukan olahraga yang ringan-ringan saja, seperti berenang, berjalan kaki, jogging, dan lain sebagainya. Selain itu, Anda juga harus memperhatikan asupan makanan Anda, pastikan makanan yang Anda konsumsi memiliki kandungan gizi dan nutrisi seimbang, agar kelak ketika Anda hamil tubuh sudah siap untuk menompang kehamilan tersebut.

Tidak hanya itu, Anda juga bisa menerapkan pola menjaga kebersihan makanan yang dikonsumsi, mencuci tangan sebulum dan sesudah melakukan aktivitas atau sebelum dan sesudah makan, serta beberapa hal lainnya.

  1. Konsumsi asam folat

Asam folat penting untuk menjaga perkembangan janin, maka dari itu Anda sangat dianjurkan untuk memperbanyak mengkonsumsi makanan yang mengandung asam folat, terutama ketika tengah merencanakan kehamilan dan ketika Anda telah memperoleh kehamilan itu sendiri.

  1. Hentikan kebiasaan tertentu

Anda perokok aktif? Seorang peminum minuman beralkohol? Anda sering begadang? Atau Anda kerap kali melakukan hal-hal atau kebiasaan tertentu yang bisa merusak kesehatan Anda? Mulai sekarang sebaiknya Anda hentikan kebiasaan buruk tersebut, karena bisa mempengaruhi kesuburan Anda dan pasangan.

Bagaimana Cara Agar Cepat Hamil Setelah Menikah?

Memperoleh kehamilan dengan mudah memang sangat tergantung pada banyak faktor, yang mana faktor-faktor tersebut kadang sangat sulit untuk diprediksi. Namun Anda dan pasangan tidak perlu khawatir, karena saat ini sudah banyak cara yang bisa Anda lakukan agar Anda bisa cepat memperoleh momongan setelah menikah.

Penting untuk Anda ketahui, bahwa peluang setiap wanita untuk memperoleh kehamilan yaitu sekitar 15-25% setiap bulannya. Bahkan para perempuan akan memiliki peluang yang sangat besar untuk memperoleh kehamilan jika mereka bisa melakukan hubungan suami istri di masa subur mereka, yakni ketika ovarium berhasil melepas sel telurnya atau disebut dengan masa ovulasi.

Maka dari itu, penting bagi Anda mengetahui masa subur Anda dan berhubunganlah di waktu tersebut, agar Anda bisa dengan mudah memperoleh kehamilan. Namun selain hal tersebut, ada hal lainnya yang mungkin saja bisa Anda lakukan agar cepat hamil. Pada kesempatan ini kami akan memberikan sedikit tips kepada Anda agar Anda bisa segera memperoleh momongan setelah menikah.

Cara Agar Cepat Hamil

Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan agar Anda bisa cepat hamil, diantaranya adalah sebagia beirkut:

  1. Teratur berhubungan suami istri

Peluang yang dimiliki sperma untuk bisa membuahi sel telur bisa dikatakan sangat kecil, yakni hanya sekitar 4-5 hari menjelang masa ovulasi, serta di hari ovulasi itu sendiri.

Maka disini yang bisa Anda lakukan yaitu berhubungan dengan pasangan Anda di masa ovulasi ini.

  1. Gaya hidup sehat

Menjaga pola hidup yang sehat sangatlah penting Anda lakukan ketika Anda hendak merencanakan kehamilan. Anda dan juga pasangan sangat disarankan untuk melakukan berbagai kegiatan yang tepat, seperti berolahraga yang teratur, mengkonsumsi makanan yang tepat, menjag akebersihan makanan, serta mencucui tangan secara teratur setelah atau bahkan sbeelum Anda makan. Dengan Anda melakukan berbagai hal tersebut, maka dipastikan pola hidup Anda akan terjaga dengan baik dan Anda bisa dengan mudah mendapatkan kehamilan.

  1. Konsumsi asam folat

Seperti yang kita ketahui bahwa asam folat sangat penting untuk menjaga kesehatan serta perkembangan otak si janin. Maka dari itu, ketika hendak merencanakan kehamilan Anda dianjurkan untuk memperbanyak mengkonsumsi makanan yang mengandung asam folat. Kandungan asam folat yang dibutuhkan wanita yang tengah merencanakan kehamilan yaitu sekitar 400 mikrogram setiap harinya.

  1. Hentikan kebiasaan tertentu

Jika Anda seorang peroko atau bahkan seorang peminum minuman beralkohol, atau bahkan Anda yang bisa melakukan kegiatan atau kebiasaan yang buruk sebaiknya berhentilah mulai dari sekarang, karena kebiasan-kebiasaan buruk tersebut bisa memperkecil kemungkinan untuk Anda hamil.

Mulailah dari sekarang menghindari kebiasaan-kebiasaan buruk tersebut dan mulailah untuk merencanakan kehidupan yang lebih baik dengan mengatur pola hidup Anda.

  1. Cek kesehatan dan imunisasi

Anda juga bisa melakukan pengecekan kesehatan dengan mengambil tes darah yang bertujuan untuk mengetahui kemungkinan penyakit yang Anda derita, terutama jenis penyakit yang memperkecil kemungkinan Anda untuk bisa memperoleh kehamilan, diantaranya seperti penyakit HIV, hepatitis dan juga sifilis.

Bukan hanya itu, Anda juga harus memastikan kalau Anda mendapatkan suntikan imunisasi rubella atau imunisasi campak jerman, yang mana imunisasi ini bertujuan untuk menghindari resiko terjadinya infeksi.

Itu dia beberapa cara cepat hamil setelah menikah yang bisa Anda lakukan. Jika Anda masih ragu, maka Anda bisa langsung berkonsultasi bersama dokter kandungan untuk meningkatkan rasa percaya diri Anda.

Mengenal Tanda-tanda Kehamilan Bagi Anda Pemula

Kehamilan merupakan suatu hal yang paling di tunggu-tunggu hampir semua pasangan yang sudah menikah, terutama bagi mereka yang usia pernikahannya sudah terbilang lama. Karena kehamilan dan mendapatkan momongan merupakan salah satu hal yang bisa melengkapi pernikahan.

Nah, bagi Anda yang baru saja mendapatkan kehamilan atau baru pertama kali hamil, pasti Anda akan merasa bingung dengan tanda-tanda hamil. Supaya Anda tidak lagi merasa bingung dengan tanda-tanda hamil, maka pada kesempatan ini kami akan menjelaskan kepada Anda mengenai tanda-tanda kehamilan.

Tanda-tanda Hamil Muda

Telat haid atau telatnya menstruasi merupakan salah satu pertanda awal munculnya kehamilan. Namun selain itu, ada beberapa tanda-tanda hamil muda lainnya yang harus Anda ketahui selain telat menstruasi. Karena telat menstruasi atau telat haid belum bisa dipastikan 100% apakah tanda tersebut merupakan tanda kehamilan jika tidak diikuti dengan beberapa tanda lainnya. Bahkan keakuratan kehamilan ini hanya bisa dilihat jika Anda sudah melakukan tes.

Dibawah ini ada beberapa tanda hamil muda pada perut yang harus Anda ketahui selain telat menstruasi, diantaranya:

  • Mudah lelah
  • Sering pusing
  • Munculnya bercak darah
  • Sering mual dan muntah
  • Hilangnya nafsu makan
  • Konstipasi
  • Sering buang air kecil
  • Perubahan payudara
  • Sensitif terhadap aroma tertentu
  • Mood swing

Benarkah Keputihan Merupakan Tanda Hamil?

Mungkin Anda bertanya-tanya apakah keputihan merupakan tanda hamil? Hal tersebut tidak bisa dikatakan benar atau bahkan salah. Mengapa? Karena ketika Anda mendapatkan kehamilan maka tanda-tanda kehamilan tersebut  sama halnya seperti Anda hendak mendapatkan periode menstruasi atau ketika Anda akan haid. Diantaranya seperti payudara yang membengkak, munculnya keputihan, perubahan mood, dan lain sebagainya.

Jadi jika Anda bertanya apakah salah satu tanda hamil keputihan? Maka hal tersebut bisa dikatakan benar jika Anda sudah mengalami telat menstruasi. Karena keputihan merupakan hal normal yang dialami ibu hamil muda.

Tanda Pasti Hamil

Tanda-tanda hamil yang dialami setiap wanita umumnya dibagi menjadi 3 bagian atau tiga kategori. Yaitu tanda dugaan kehamilan, tanda kemungkinan, dan yang terakhir adalah tanda pastinya mendapatkan kehamilan. Jika seperti itu, bagaimana tanda pasti seorang wanita mendapatkan kehamilan? Jika Anda sudah mendapatkan tanda-tanda kehamilan yang umum, maka untuk memastikan apakah Anda hamil atau tidak yaitu dengan merasakan adanya gerakan si janin di dalam perut serta terdengarnya detak jantung buah hati Anda.

Tanda-tanda Hamil 1 Minggu

Jika Anda sudah mengalami beberapa tanda hamil muda yang sudah kami sebutkan di atas dan disertai dengan telatnya menstruasi, maka Anda dianjurkan untuk melakukan tes kehamilan dengan menggunakan test pack. Jika hasilnya positif maka Anda juga harus mengetahui tanda-tanda hamil 1 minggu, seperti:

  • Mual atau morning sicknes: Umumnya ibu hamil 1 minggu sudah mulai merasakan gejala kehamilan, seperti mual dan muntah atau yang sering kita dengan dengan sebutan morning sicknes. Biasanya kondisi ini dialami pada pagi dan juga malam hari.
  • Kram: Kram juga merupakan kondisi umum yang dialami ibu hamil pada usia kehamilan 1 minggu, terutama kram pada bagian perut.
  • Pendarahan/munculnya flek: Pendarahan yang disebut disini bukanlah pendarahan besar layaknya menstruasi. Namun hanya berupa keluarnya flek hitam yang berlangsung tidak lama dan tidak banyak.
  • Keputihan: Keputihan juga termasuk tanda-tanda kehamilan 1 minggu. Hal ini di karenakan adanya perubahan hormon pada ibu hamil.

Apakah Flek Tanda Hamil?

Seperti yang kami jelaskan sebelumnya, bahwa pendarahan atau munculnya flek hitam merupakan salah satu pertanda dari embrio yang mana sudah berhasil menempel di bagian dinding Rahim. Namun, Anda tetap harus tetap berhati-hati jika pendarahan yang Anda alami memiliki warna merah yang cukup terang atau dalam kata lain warnanya merah muda yang disertai dengan munculnya keputihan menyerupai gumpalan darah yang cukup kental. Apalagi jika flek tersebut disertai dengan rasa kram yang sangat menyiksa pada bagian perut.

Tanda Hamil 1 Bulan

Kondisi hormon kehamilan memberikan hasil tanda positif pada alat tes kehamilan atau disebut juga dengan test pack ternyata mampu menyebabkan beberapa tanda hamil 1 bulan. Biasanya tingkat hormon kehamilan ini akan terus bertambah dengan sangat cepat. Maka sangat wajar jika Anda pada awalnya sangat sulit merasakan tanda-tanda kehamilan.

Dibawah ini ada beberapa tanda hamil 1 bulan yang harus Anda ketahui, antara lain:

  • Kembung: mungkin pada awal kehamilan Anda akan merasakan sedikit kembung, hal ini dikarenakan adanya faktor hormon progesteron.
  • Kram ringan: Kram ringan yang terjadi pada bagian perut juga merupakan pertanda umum Anda telah hamil 1 bulan. Hal ini dikarenakan embrio yang akan terus berkembang hingga berubah menjadi janin.
  • Bercak darah: Tidak perlu khawatir dengan munculnya bercak darah atau flek, hal ini bisa terbilang normal kecuali jika darah yang keluar berwarna merah terang yang disertai dengan sakit di bagian perut yang sulit ditahan.
  • Perubahan suasana hati: Karena adanya perubahan hormon, umumnya ibu hamil juga akan mengalami perubahan pada suasana hati mereka.
  • Morning sickness: Gejala atau tanda kehamilan ini merupakan tanda kehamilan umum, jadi besar kemungkinan ibu hamil akan mengalami kondisi ini atau kondisi mual dan muntah.
  • Payudara sakit: Kondisi ini juga disebabkan karena adanya peningkatan hormon.

Tanda Hamil Anak Perempuan

Setelah Anda mengetahui bahwa Anda hamil, pasti Anda akan penasaran dengan jenis kelamin janin Anda, bukan? Mungkin Anda akan bertanya-tanya, apakah nanti Anda akan melahirkan anak perempuan atau anak laki-laki?

Seperti yang kita ketahui, bahwa jenis kelamin hanya bisa dipastikan dengan melakukan tes USG dan bahkan jenis kelamin ini baru bisa terlihat ketika usia kehamilan Anda sudah menginjak usia 7-8 bulan. Namun ada beberapa tanda yang mungkin bisa Anda rasakan untuk mengetahui jenis kelamin buah hati Anda.

Di bawah ini ada beberapa tanda hamil anak perempuan yang bisa Anda ketahui, antara lain:

  • Morning sickness: Umumnya jika Anda hamil anak perempuan, seorang ibu hamil akan mengalami morning sickness yang sangat berlebihan. Hal ini dikarenakan adanya peningkatan kadar hormon serta gula darah yang akan menurun selama kehamilan Anda.
  • Detak jantung: Jika detak jantung janin dalam perut Anda tidak lebih dari 140 detik/menit, maka kemungkinan besar  jenis kelamin janin Anda adalah perempuan.
  • Kulit berjerawat dan berminyak: Bukan hanya munculnya jerawat, bahkan bagian kulit wajah Anda juga akan mengeluarkan cukup banyak minyak jika Anda hamil anak perempuan.
  • Ngidam: Umumnya jika Anda hamil anak perempuan, Anda akan lebih sering menginginkan beberapa makanan yang manis dibandingkan makanan yang asam atau bahkan pedas.
  • Posisi perut: Posisi perut Anda akan terlihat lebih tinggi jika Anda hamil anak perempuan.
  • Perubahan sifat: Jika Anda hamil anak perempuan, biasanya ibu hamil juga akan mengalami perubahan suasana hati yang sangat ekstrim seperti mudah marah, mudah sedih, bahkan mudah merasa depresi.
  • Ukuran payudara: Biasanya jika Anda hamil anak perempuan ukuran payudara Anda akan bertambah lebih besar atau bahkan payudara sebelah kiri akan terlihat lebih besar jika dibandingkan payudara sebelah kanan.
  • Warna urin: Moms, penting untuk diketahui bahwa warna urin juga bisa menjadi indicator jenis kelamin buah hati Anda. Jika Anda hamil anak perempuan maka biasanya warna urin yang keluar berwarna kuning kusam.

Ini Dia Mitos Hamil Anak Perempuan yang Masih Dipercaya Hingga Saat Ini

Selain menunggu pemeriksaan dokter dengan USG, apakah mungkin untuk memprediksi jenis kelamin bayi dalam kandungan?Teman dan keluarga mungkin menunjukkan tanda-tanda memiliki anak perempuan atau laki-laki, tetapi sebagian besar mungkin akan didasarkan pada cerita rakyat atau mitos dan bukan sains.

Ultrasonografi pada usia 20 minggu setelah hamil adalah cara yang paling dapat diandalkan untuk mengetahui jenis kelamin bayi. Pada kesempatan ini kami akan membahas mengenai mitos mengenai tanda hamil anak perempuan yang mana masih dipercaya sampai saat ini.

Mitos Tanda Hamil Anak Perempuan

Dibawah ini ada beberapa tanda Anda hamil anak perempuan, antara lain:

  1. Mual pagi yang parah

Beberapa orang berpikir bahwa mual di pagi hari adalah tanda hamil anak perempuan. Bahkan penelitian terbaru menunjukkan bahwa merasa sakit selama kehamilan dapat dikaitkan dengan jenis kelamin bayi. Sebuah studi tahun 2017 menemukan bahwa wanita yang mengandung anak perempuan akan mengalami lebih banyak peradangan ketika sistem kekebalan mereka terpapar bakteri dibandingkan dengan yang mengandung anak laki-laki.

Perbedaan ini dapat terlihat pada saat ibu hamil anak perempuan mengalami mual di pagi hari. Mereka mungkin merasa lebih tidak sehat daripada wanita yang mengandung anak laki-laki. Diperlukan lebih banyak penelitian untuk memahami sepenuhnya jika ada hubungan antara mual di pagi hari dan jenis kelamin bayi.

  1. Perubahan suasana hati yang ekstrem

Perubahan hormon selama kehamilan seringkali dapat menyebabkan perubahan suasana hati. Beberapa orang berpikir bahwa wanita yang mengandung anak perempuan memiliki kadar estrogen yang lebih tinggi dan lebih moody sebagai hasilnya. Namun, penelitian tidak mendukung teori ini.

Tingkat hormon naik selama kehamilan dan jatuh setelah melahirkan terlepas dari apakah bayinya laki-laki atau perempuan.

  1. Berat badan bertambah di tengah

Jika seorang wanita bertambah berat badan pada  pertengahan kehamilan, beberapa orang berpikir bahwa ia hamil anak perempuan. Mereka mungkin juga percaya bahwa kenaikan berat badan hanya pada bagian depan tubuh mengindikasikan mengandung anak laki-laki.

Sekali lagi, bukti ilmiah tidak mendukung teori ini. Dimana seorang wanita bertambah berat badan dalam kehamilan tergantung pada jenis tubuhnya.

  1. Ngidam yang manis

Wanita sering mengalami ngidam saat hamil. Beberapa orang berpikir jika seorang wanita sangat menyukai makanan yang manis selama kehamilan, maka itu pertanda mereka mengandung anak perempuan, sedangkan mengidam makanan asin mungkin mengindikasikan mengandung anak laki-laki.

Tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa mengidam makanan selama kehamilan dapat menunjukkan jenis kelamin bayi.

  1. Tingkat stres

Mitosnya, tingkatan stress yang dialami para ibu hamil bisa mempengaruhi jenis kelamin si janin dalam kandungan. Bahkan sebuah penelitian yang dilakukan di tahun 2012 sudah menunjukkan adanya hubungan antara kadar hormon stress kartisol dengan rasio kelahiran janin dalam kandungan.

Bahkan dalam penelitian tersebut, ibu hamil yang memiliki tingkat kortisol yang cukup tinggi jika dilihat secara statistic memiliki kemungkinan lebih besar memiliki anak perempuan.

  1. Kulit berminyak dan rambut kusam

Beberapa orang percaya bahwa memiliki kulit berminyak dan rambut kusam dapat berarti seorang wanita mengandung anak perempuan. Keyakinan ini tidak berbasis secara ilmiah. Di sisi lain, perubahan dalam produksi minyak atau penampilan rambut selama kehamilan mungkin berhubungan dengan perubahan hormon atau perubahan dalam diet.

  1. Detak jantung bayi yang cepat

Beberapa orang percaya bahwa jika jantung bayi berdetak cepat, mereka mungkin mengandung anak berjenis kelamin perempuan.

10 Tanda Hamil 1 Bulan yang Wajib Anda Ketahui

Jika Anda merasa terlalu dini untuk melakukan tes kehamilan, tubuh Anda dapat mulai menunjukkan tanda-tanda dan gejala awal kehamilan yang bisa Anda peroleh paling cepat dua minggu setelah pembuahan. Setelah pembuahan dan implantasi, tubuh Anda mengalami overdrive dan hormon-hormon kehamilan membantu memulai proses yang akan Anda ikuti selama sembilan bulan ke depan.

Anda mungkin mengenali tanda-tanda yang lebih jelas seperti telatnya menstruasi, nyeri payudara atau mual-mual di pagi hari tetapi ada perubahan halus pada tubuh dan pikiran Anda yang mungkin mengejutkan Anda.

Tanda Hamil 1 Bulan

Nah, di bawah ini ada beberapa tanda kehamilan 1 bulan yang mungkin saja bisa Anda perhatikan untuk memastikan apakah Anda hamil atau tidak, antara lain:

  1. Mudah merasa lelah

Ini adalah salah satu tanda pertama kehamilan yang akan menyerang saat tubuh Anda bersiap untuk mulai menopang bayi dan bahkan dapat dimulai dalam waktu dua minggu setelah hamil. Jika Anda merasa sangat lelah dan tidak tahu mengapa, ini bisa menjadi pertanda tubuh Anda siap untuk tumbuh bayi.

  1. Morning sickness

Morning sickness disebabkan oleh peningkatan estrogen dan hormon kehamilan human chorionic gonadotropin (hCG). Bagi sebagian banyak orang, ini adalah tanda pertama kehamilan. Perasaan mual paling umum terjadi di pagi hari dan dapat menyerang kapan saja.

  1. Telat menstruasi

Indikator umum lainnya dan salah satu tanda paling konkret yang Anda harapkan yaitu telatnya menstruasi. Jika Anda memiliki periode menstruasi tidak teratur atau ringan, ini bisa menjadi mudah untuk dilewatkan. Terlebih lagi, beberapa wanita masih mengalami menstruasi setelah mereka hamil.

  1. Munculnya bercak atau flek

Tanda hamil ini mungkin terdengar aneh dan merupakan salah satu yang dapat dikaitkan dengan menstruasi, tetapi sekitar sepertiga wanita mengalami semacam pendarahan implantasi. Pendarahan implantasi adalah ketika janin menanamkan ke dalam lapisan rahim Anda dan menyebabkan sejumlah kecil darah, dan biasanya terjadi 6 hingga 12 hari.

  1. Frekuensi buang air kecil yang sering

Walaupun bayi Anda belum menekan kandung kemih (efek samping yang umum akan Anda alami di masa kehamilan), hormon akan berubah ditambah volume darah yang lebih besar dan ginjal Anda bekerja lebih keras maka Anda akan lebih sering buang air kecil.

  1. Perubahan payudara

Tanda awal kehamilan lain yang sangat umum adalah perubahan pada payudara. Bagi beberapa wanita, payudara akan meningkatkan seukuran cangkir penuh dalam enam minggu pertama.

  1. Perubahan puting

Hormon kehamilan menyebabkan produksi melanin tubuh Anda meningkat dan jika diperhatikanhal ini akan menyebabkan puting susu dan area disekitarnya (areola) berubah warna menjadi lebih gelap.

  1. Gusi berdarah

Jika Anda melihat darah saat menyikat gigi, bisa jadi hormon progesteron yang menyebabkan hal tersebut. Hormon kehamilan ini meningkatkan aliran darah ke gusi, meningkatkan sensitivitas, dan menyebabkan gusi lebih mudah berdarah.

  1. Peningkatan keputihan

Anda mungkin memperhatikan bahwa tubuh Anda menghasilkan lebih banyak cairan vagina yang berwarna putih susu, ini adalah cara tubuh Anda untuk mencegah infeksi berbahaya masuk dan membahayakan bayi Anda.

  1. Perubahan warna kulit wajah

Gejala ini terdengar agak aneh, tetapi beberapa wanita mengalami perubahan warna kulit wajah selama kehamilan. Secara medis ini disebut sebagai melasma, chloasma atau ‘topeng kehamilan’ dan disebabkan oleh peningkatan sementara dalam pigmentasi.

Normalkah Jika Keputihan Terjadi di Awal Kehamilan?

Ketika dinyatakan hamil, maka biasanya Anda akan mengalami banyak perubahan pada tubuh Anda. Bahkan tidak jarang perubahan-perubahan tersebut akan membuat Anda merasa bingung dan menimbulkan suatu pertanyaan yang cukup besar pada benak Anda, salah satunya adalah tanda hamil keputihan. Anda mungkin akan bertanya-tanya, apakah kondisi ini normal atau bahkan tidak? Nah, untuk menjawab pertanyaan tersebut, pada kesempatan ini kami akan memberikan sedikit penjelasan mengenai tanda hamil keputihan.

Keputihan saat hamil muda, normal atau tidak?

Umumnya wanita yang mengalami keputihan akan merasakan a keresahan, apalagi jika keputihan terjadi di awal kehamilan. Seorang dokter spesialis obstetri dan juga ginekologi sekaligus ahli kesehatan wanita yang bernama Dr. Sheryl Ross mengatakan bahwa keputihan yang terus meningkat frekuensinya merupakan salah satu tanda awal kehamilan.

Bahkan kondisi ini akan terus berlangsung selama masa kehamilan, bahkan fungsi dari keputihan ini hampir sama seperti sebelum Anda memperoleh kehamilan, yakni untuk membersihkan bagian vagina dan mencegah terjadinya infeksi di area kewanitaan tersebut.

Penting untuk Anda ketahui, bahwa ketika kehamilan mulai terbentuk maka akan terjadi perubahan di bagian leher rahim atau disebut dengan servik serta di bagian dinding vagina yang kondisinya akan semakin melunak yang diakibatkan oleh meningkatnya kadar hormon  estrogen.

Nah, hal inilah yang nantinya akan mempengaruhi aliran darah yang berada pada area kewanitaan, sehingga aliran darah di area vagina ini akan mengalami  peningkatan serta cenderung lebih lancar jika dibandingkan sebelumnyaa. Akhirnya kondisi inilah yang akan menyebabkan keputihan ketika Anda hamil.

Bagaimana caranya membedakan keputihan normal dan abnormal di awal kehamilan?

Setelah Anda mengetahui jika ternyata keputihan termasuk kedalam tanda-tanda kehamilan, maka inilah saatnya Anda memastikan keputihan yang keluar merupakan keputihan yang normal dan wajar, caranya yaitu dengan Anda mengetahui ciri-ciri dari keputihan normal dan tidak normal.

Apakah caranya sulit? Caranya cukup mudah, biasanya jika keputihan yang keluar merupakan keputihan normal, maka cairan yang keluar tidak memiliki warna atau bahkan berwarna putih pekat, tidak mengeluarkan bau, serta memiliki tekstur layaknya lendir.

Sedangkan untuk keputihan yang tidak normal, biasanya memiliki warna kuning seidkit kehijauan, mengeluarkan aroma busuk. Bahkan kerap kali menyebabkan sensasi gatal serta rasa tidak nyaman bagi orang yang mengalaminya. Ingat, jika Anda mengalami kondisi ini sebaiknya Anda berhati-hati, karena kemungkinan besar hal ini mengindikasi terjadinya infeksi bakteri di area kewanitaan, bahkan bisa mengindikasi sebuah penyakit menular seksual.

Lalu, apa yang harus dilakukan?

Pertama kali yang harus Anda lakukan adalah memastikan kjika keputihan yang dialami merupaan keputihan yang normal. Termasuk Anda harus mengenali ciri-ciri dari keputihan normal tersebut. Jika Anda masih merasa ragu dengan kondisi keputihan Anda, maka Anda bisa langsung berkonsultasi kepada dokter.

Untuk membuat Anda merasa nyaman di awal kehamilan, maka Anda bisa menggunakan pantyliner yang  aman digunakan ibu hamil. Selain itu, Anda juga dianjurkan untuk tetap menjaga kebersihan area kewanitaan, misalnya dengan cara:

  • Cuci tangan sebelum menyentuh area kewanitaan
  • Ketika mencucui area vagina, pastikan Anda mengusapnya dari arah dengan ke belakang.
  • Gunakan pakaian dalam yang cukup longgar.
  • Gunakan pakaian dalam dengan bahan katun.
  • Setelah mandi, berenang, baung air, atau bahkan berolahraga, pastikan Anda mengeringkan area kewanitaan Anda.
  • Pastikan area tersebut selalu dalam kondisi kering dna juga tidak lembab.

Ingat, penting untuk Anda selalu memperhatikan kondisi kesehatan area vagina serta kondisi keputihan yang kerap Anda alami. Maka dari itu, jangan pernah Anda menganggap remeh ketika vagina Anda mengeluarkan cairan yang  memiliki bau amis, busuk atau bahkan aroma yang tidak sedap.

Mengenal Ciri-Ciri Flek Tanda Hamil Serta Bedanya Dengan Darah Menstruasi

Dari sekian banyak tanda-tanda kehamilan muda, sebenarnya ada 1 tanda kehamilan yang kerap kali membuat orang yang mengalaminya merasa bingung, karena tanda yang satu ini memiliki sifat ambigu terutama bagi ibu hamil muda yang baru saja mendapatkan kehamilan.

Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan tanda-tanda kehamilan ini hampir sama dengan gejala ketika hendak menstruasi atau sama seperti ketika Anda menstruasi. Gejala awal kehamilan yang dimaksud disini adalah munculnya flek hitam atau terjadinya pendarahan implantasi.

Terjadinya pendarahan ringan ini memang tidak dialami semua wanita hamil, mungkin hanya ada 1/3 orang saja yang mengalami kondisi ini. Kondisi ini umumnya akan terjadi setelah sel telur yang ada di dalam perut Anda berhasil bertemu dengan sperma, yakni kondisi dimana ketika si embrio mulai berusaha dengan baik untuk menempelkan dirinya ke bagian dinding rahim atau dikatakan juga dengan proses implantasi.

Kapan biasanya flek tanda hamil mulai muncul?

Pendarahan implantasi ini umumnya akan muncul atau akan Anda rasakan sekitar 5-12 hari setelah terjadinya proses pembuahan, atau sekitar 2-7 hari sebelum atau bahkan menjelang waktu menstruasi.

Namun ada juga kemungkinan lainnya terkait kondisi tersebut, ketika flek hitam ini muncul bersamaan dengan waktu menstruasi. Jika kondisi ini terjadi, maka kemungkinan besar orang yang mengalami akan menganggap jika dirinya sedang haid dan bukan gejala kehamilan.

Ciri-Ciri Flek Tanda Hamil

Munculnya flek hitam yang merupakan tanda kehamilan kerap kali disebut sebagai darah haid, maka Anda harus mengetahui dan memahami ciri-ciri flek tanda hamil. Jika seperti itu, apa saja ciri munculnya flek sebagai tanda kehamilan? Untuk menjawab pertanyaan Anda, yuk kita simak ulasan di bawah ini!

  1. Muncul 7 hari sebelum waktu haid

Seperti yang telah  dijelaskan sebelumnya, bahwa flek hitam yang berperan sebagai tanda kehamilan akan muncul sebelum hari H menstruasi. Umumnya siklus haid akan berlangsung di hari ke-14 setelah masa ovulasi Anda. Akan tetapi, jika proses pembuahan berhasil terjadi maka pendarahan implantasi ini akan muncul dan akan Anda temukan diantara hari ke-6 hingga hari ke-12 setelah masa pembuahan.

  1. Warna flek tanda hamil berbeda dengan warna darah haid

Jika dilihat dari segi warna, biasanya warna flek yang keluar sebagai tanda kehamilan memiliki warna agak cerah atau bahkan agak gelap, apalagi jika dibandingkan dengan warna darah haid yang rata-rata berwarna merah.

Jika flek yang keluar berwarna kecoklatan, maka kondisi ini menandakan darah yang keluar bukan lagi darah segar, karena  darah tersebut sudah menempuh perjalanan yang cukup jauh yang berasal dari dinding rahim hingga vagina.

  1. Volume darah yang keluar lebih sedikit

Untuk volume darah yang keluar, biasanya darah implantasi yang keluar jumlahnya tidak banyak, bahkan hanya menyerupai bercak, berbeda dengan darah haid yang keluarnya dalam jumlah yang cukup banyak.

Bukan hanya itu, darah implantasi tidak sama dengan darah haid,biasanya akan langsung dan berhenti dalam hitungan jam saja atau bahkan hitungan hari yaitu sekitar 1-3 hari.

  1. Disertai dengan gejala kehamilan lainnya

Pendarahan implantasi merupakan gejal awal kehamilan,biasanya darah ini akan disertai dengan gejala kehamilan lainnya, bisa berlangsung secara bersamaan atau bahkan gejala lainnya akan Anda rasakan setelah darah implantasi keluar. Gejala-gejala kehamilan lainnya yang bisa Anda rasakan diantaranya seperti:

  • Mudah lelah.
  • Muntah.
  • Perut bengkak.
  • Sensitivitas indera penciuman meningkat.
  • Payudara sensitif.
  • Frekuensi buang air kecil meningkat.
  • Sakit kepala.
  • Naiknya suhu basal tubuh.