Teether yang Tepat Untuk Sang Buah Hati

 

Saat bayi berusia sekitar 4-7 bulan, gigi bayi akan mulai tumbuh. Saat masa pertumbuhan gigi, gusi bayi akan terasa nyeri dan juga bengkak karena jalur untuk pertumbuhan gigi mulai terbuka. Hal ini akan membuat bayi menjadi rewel dan mudah marah sehingga hal ini akan membuat tidur bayi menjadi tidak nyenyak dan juga mengganggu pola makannya. Untuk mengatasinya, Mom bisa memberikan teether untuk si kecil.

Memilih Teether Bayi

Ada banyak pertimbangan yang harus dilakukan saat ingin membeli teether. Beberapa pertimbangan yang bisa Mom lakukan yaitu:

  1. Memeriksa label kemasan

Sebelum membeli teether, pastikan untuk selalu memeriksa label kemasan. Ini bertujuan agar Mom tahu material apa yang digunakan untuk membuat teether tersebut. Sebaiknya pilih teether yang bebas BPA, pewarna buatan, dan phthalates. Dengan mencari tahu bahan atau material di dalamnya, Mom bisa lebih mudah memastikan apakah teether tersebut aman untuk bayi.

  1. Perhatikan bahan yang digunakan

Sebaiknya pilih teether yang terbuat dari bahan karet atau silicon karena bahannya lebih empuk dan juga tidak menyakiti bayi. Umumnya, teether yang berisi gel dan bintik kecil akan memudahkan bayi untuk menggigit teether. Namun perlu diingat bahwa semakin bertambahnya usia dan pertumbuhan gigi, Mom perlu memilih bahan teether yang lebih padat yang bertujuan untuk meningkatkan kekuatan gigi bayi.

  1. Lihat ukuran

Sebaiknya memilih teether yang sesuai dengan usia dan ukuran mulut bayi. Hal ini karena ukuran teether yang tidak pas dapat berpotensi membuat bayi tersedak dan membuatnya tidak nyaman sehingga ia tidak ingin menggigitnya lagi. Pastikan teether mudah dipegang dan dimasukkan ke mulut bayi.

  1. Gunakan teether baru

Pastikan untuk membeli teether baru karena lebih terjamin keamanannya dan juga menghindari risiko teether yang terpapar kuman, bakteri atau berbagai zat kimia berbahaya lainnya. Teether yang baru biasanya akan selalu mengalami peningkatan sehingga dapat memberikan keamanan dan kenyamanan yang lebih baik untuk bayi.

  1. Isi teether

Teether memiliki isi yang berbeda-beda umumnya terdiri dari 2 jenis yaitu gel dan air. Teether berisi air adalah teether yang umum sedangkan yang berisi gel biasanya memberikan sensasi dingin. Teether gel dapat diberikan saat akan mulai tumbuh gigi sehingga bisa membantu mengurangi nyerinya.

Perhatikan Ini Sebelum Menggunakan Teether

  1. Awasi penggunaannya

Memang teether telah teruji aman dan menggunakan bahan-bahan yang tidak berbahaya karena merupakan gigitan bayi. Namun ada baiknya untuk tetap mengawasi penggunaan teether agar bayi terhindari dari hal-hal yang tidak diinginkan dan menjaga agar bayi tetap aman.

  1. Rutin dibersihkan

Teether pasti akan sering terkena air liur bayi dan kemudian diletakkan begitu saja. Ini akan membuat teether bisa menjadi sarang bakteri apabila terus dibiarkan. Maka dari itu Mom harus selalu membersihkan teether setelah digunakan dengan menggunakan sabun bayi dan air mengalir untuk mencegah pertumbuhan bakteri.

  1. Simpan di wadah khusus

Sebaiknya Mom menyediakan sebuah wadah khusus untuk menyimpan teether. Hindari menyimpan teether di ruangan terbuka atau bersama dengan mainan lainnya untuk menghindari kotoran dan debu yang menempel pada teether apalagi teether nantinya akan digigit oleh bayi.

  1. Membekukan teether

Mom bisa mencoba membekukan teether karena efektif untuk mengatasi rasa nyeri saat masa pertumbuhan gigi. Namun sebaiknya teether tetap di dalam wadah untuk menghindari bakteri yang ada.

  1. Hanya gunakan teether

Ingat bahwa Mom hanya boleh menggunakan teether untuk mengurangi rasa nyeri yang dialami bayi. Hindari menggunakan barang lain seperti mainan karena ini dapat beresiko membuat bayi tersedak atau terpapar bakteri dan debu yang menempel pada mainan tersebut. Ini juga tidak baik untuk pertumbuhan gigi anak.

Teether Dr Brown’s

Dr Brown bekerja sama dengan pediatric dentist yang kemudian menghadirkan rangkaian teether yang berkualitas dan pastinya aman dan nyaman untuk kebutuhan bayi pada saat masa-masa pertumbuhan giginya.

Teether dari Dr Brown’s terbuat dari bahan 100% silicone sehingga nyaman untuk gusi bayi. Tidak perlu khawatir karena bahan yang digunakan sudah BPA Free. Ada banyak pilihan motif teether Dr Brown’s termasuk beragam warna dan karakter yang lucu sehingga dapat menarik perhatian bayi. Bentuk teether telah dirancang sedemikian rupa mengikuti bentuk mulut bayi dan menjangkau gusi belakang.

Fungsi Teether Dr Brown’s

  1. Transition teether orthees

Teether Dr Browns dapat mendukung proses transisi mulai dari menggunakan empeng menjadi teether serta membantu membersihkan gusi dari sel-sel yang mati saat pertumbuhan gigi. Apabila sel ini dibiarkan, maka dapat menimbulkan infeksi.

  1. Soothing teether cooles

Teether ini dapat membantu meringankan rasa nyeri pada gusi karena terbuat dari bahan silicone yang lembut sehingga bisa memberikan efek dingin apalagi jika dimasukkan ke dalam kulkas.

  1. Massaging teether ridgees

Teether ini memiliki permukaan yang agak keras namun tetap cukup lunak untuk digigit dan bentuknya yang mirip jerapah membuatnya bisa menjangkau ke bagian dalam lebih baik.

  1. Ergonomic teether fleexes

Teether Dr Brown’s dapat membantu melegakan rasa gatal pada gusi dan merangsang sensitivitas gigi karena bersifat fleksibel, lembut, dan permukaannya bergerigi namun tetap halus.

  1. Texture exploration

Tekstur bergerigi dan motif yang unik pada teether dapat membantu si kecil untuk belajar dan mengeksplorasinya.

  1. Motoric development

Menggunakan teether ini dapat membantu si kecil melatih kemampuan motoriknya seperti menggigit, mengunyah, dan menggenggam.

Teether Dr Brown’s memiliki banyak pilihan bentuk, warna dan desain teether yang lucu sehingga dapat menarik perhatian bayi mencegahnya untuk menggapai barang lainnya yang tidak aman baginya. Teether juga dapat melatih gigitan bayi dan jug genggamannya.

 

 

You may also like...