Ibu Hamil dan Parenting

10 Tanda Hamil 1 Bulan yang Wajib Anda Ketahui

Jika Anda merasa terlalu dini untuk melakukan tes kehamilan, tubuh Anda dapat mulai menunjukkan tanda-tanda dan gejala awal kehamilan yang bisa Anda peroleh paling cepat dua minggu setelah pembuahan. Setelah pembuahan dan implantasi, tubuh Anda mengalami overdrive dan hormon-hormon kehamilan membantu memulai proses yang akan Anda ikuti selama sembilan bulan ke depan.

Anda mungkin mengenali tanda-tanda yang lebih jelas seperti telatnya menstruasi, nyeri payudara atau mual-mual di pagi hari tetapi ada perubahan halus pada tubuh dan pikiran Anda yang mungkin mengejutkan Anda.

Tanda Hamil 1 Bulan

Nah, di bawah ini ada beberapa tanda kehamilan 1 bulan yang mungkin saja bisa Anda perhatikan untuk memastikan apakah Anda hamil atau tidak, antara lain:

  1. Mudah merasa lelah

Ini adalah salah satu tanda pertama kehamilan yang akan menyerang saat tubuh Anda bersiap untuk mulai menopang bayi dan bahkan dapat dimulai dalam waktu dua minggu setelah hamil. Jika Anda merasa sangat lelah dan tidak tahu mengapa, ini bisa menjadi pertanda tubuh Anda siap untuk tumbuh bayi.

  1. Morning sickness

Morning sickness disebabkan oleh peningkatan estrogen dan hormon kehamilan human chorionic gonadotropin (hCG). Bagi sebagian banyak orang, ini adalah tanda pertama kehamilan. Perasaan mual paling umum terjadi di pagi hari dan dapat menyerang kapan saja.

  1. Telat menstruasi

Indikator umum lainnya dan salah satu tanda paling konkret yang Anda harapkan yaitu telatnya menstruasi. Jika Anda memiliki periode menstruasi tidak teratur atau ringan, ini bisa menjadi mudah untuk dilewatkan. Terlebih lagi, beberapa wanita masih mengalami menstruasi setelah mereka hamil.

  1. Munculnya bercak atau flek

Tanda hamil ini mungkin terdengar aneh dan merupakan salah satu yang dapat dikaitkan dengan menstruasi, tetapi sekitar sepertiga wanita mengalami semacam pendarahan implantasi. Pendarahan implantasi adalah ketika janin menanamkan ke dalam lapisan rahim Anda dan menyebabkan sejumlah kecil darah, dan biasanya terjadi 6 hingga 12 hari.

  1. Frekuensi buang air kecil yang sering

Walaupun bayi Anda belum menekan kandung kemih (efek samping yang umum akan Anda alami di masa kehamilan), hormon akan berubah ditambah volume darah yang lebih besar dan ginjal Anda bekerja lebih keras maka Anda akan lebih sering buang air kecil.

  1. Perubahan payudara

Tanda awal kehamilan lain yang sangat umum adalah perubahan pada payudara. Bagi beberapa wanita, payudara akan meningkatkan seukuran cangkir penuh dalam enam minggu pertama.

  1. Perubahan puting

Hormon kehamilan menyebabkan produksi melanin tubuh Anda meningkat dan jika diperhatikanhal ini akan menyebabkan puting susu dan area disekitarnya (areola) berubah warna menjadi lebih gelap.

  1. Gusi berdarah

Jika Anda melihat darah saat menyikat gigi, bisa jadi hormon progesteron yang menyebabkan hal tersebut. Hormon kehamilan ini meningkatkan aliran darah ke gusi, meningkatkan sensitivitas, dan menyebabkan gusi lebih mudah berdarah.

  1. Peningkatan keputihan

Anda mungkin memperhatikan bahwa tubuh Anda menghasilkan lebih banyak cairan vagina yang berwarna putih susu, ini adalah cara tubuh Anda untuk mencegah infeksi berbahaya masuk dan membahayakan bayi Anda.

  1. Perubahan warna kulit wajah

Gejala ini terdengar agak aneh, tetapi beberapa wanita mengalami perubahan warna kulit wajah selama kehamilan. Secara medis ini disebut sebagai melasma, chloasma atau ‘topeng kehamilan’ dan disebabkan oleh peningkatan sementara dalam pigmentasi.

Normalkah Jika Keputihan Terjadi di Awal Kehamilan?

Ketika dinyatakan hamil, maka biasanya Anda akan mengalami banyak perubahan pada tubuh Anda. Bahkan tidak jarang perubahan-perubahan tersebut akan membuat Anda merasa bingung dan menimbulkan suatu pertanyaan yang cukup besar pada benak Anda, salah satunya adalah tanda hamil keputihan. Anda mungkin akan bertanya-tanya, apakah kondisi ini normal atau bahkan tidak? Nah, untuk menjawab pertanyaan tersebut, pada kesempatan ini kami akan memberikan sedikit penjelasan mengenai tanda hamil keputihan.

Keputihan saat hamil muda, normal atau tidak?

Umumnya wanita yang mengalami keputihan akan merasakan a keresahan, apalagi jika keputihan terjadi di awal kehamilan. Seorang dokter spesialis obstetri dan juga ginekologi sekaligus ahli kesehatan wanita yang bernama Dr. Sheryl Ross mengatakan bahwa keputihan yang terus meningkat frekuensinya merupakan salah satu tanda awal kehamilan.

Bahkan kondisi ini akan terus berlangsung selama masa kehamilan, bahkan fungsi dari keputihan ini hampir sama seperti sebelum Anda memperoleh kehamilan, yakni untuk membersihkan bagian vagina dan mencegah terjadinya infeksi di area kewanitaan tersebut.

Penting untuk Anda ketahui, bahwa ketika kehamilan mulai terbentuk maka akan terjadi perubahan di bagian leher rahim atau disebut dengan servik serta di bagian dinding vagina yang kondisinya akan semakin melunak yang diakibatkan oleh meningkatnya kadar hormon  estrogen.

Nah, hal inilah yang nantinya akan mempengaruhi aliran darah yang berada pada area kewanitaan, sehingga aliran darah di area vagina ini akan mengalami  peningkatan serta cenderung lebih lancar jika dibandingkan sebelumnyaa. Akhirnya kondisi inilah yang akan menyebabkan keputihan ketika Anda hamil.

Bagaimana caranya membedakan keputihan normal dan abnormal di awal kehamilan?

Setelah Anda mengetahui jika ternyata keputihan termasuk kedalam tanda-tanda kehamilan, maka inilah saatnya Anda memastikan keputihan yang keluar merupakan keputihan yang normal dan wajar, caranya yaitu dengan Anda mengetahui ciri-ciri dari keputihan normal dan tidak normal.

Apakah caranya sulit? Caranya cukup mudah, biasanya jika keputihan yang keluar merupakan keputihan normal, maka cairan yang keluar tidak memiliki warna atau bahkan berwarna putih pekat, tidak mengeluarkan bau, serta memiliki tekstur layaknya lendir.

Sedangkan untuk keputihan yang tidak normal, biasanya memiliki warna kuning seidkit kehijauan, mengeluarkan aroma busuk. Bahkan kerap kali menyebabkan sensasi gatal serta rasa tidak nyaman bagi orang yang mengalaminya. Ingat, jika Anda mengalami kondisi ini sebaiknya Anda berhati-hati, karena kemungkinan besar hal ini mengindikasi terjadinya infeksi bakteri di area kewanitaan, bahkan bisa mengindikasi sebuah penyakit menular seksual.

Lalu, apa yang harus dilakukan?

Pertama kali yang harus Anda lakukan adalah memastikan kjika keputihan yang dialami merupaan keputihan yang normal. Termasuk Anda harus mengenali ciri-ciri dari keputihan normal tersebut. Jika Anda masih merasa ragu dengan kondisi keputihan Anda, maka Anda bisa langsung berkonsultasi kepada dokter.

Untuk membuat Anda merasa nyaman di awal kehamilan, maka Anda bisa menggunakan pantyliner yang  aman digunakan ibu hamil. Selain itu, Anda juga dianjurkan untuk tetap menjaga kebersihan area kewanitaan, misalnya dengan cara:

  • Cuci tangan sebelum menyentuh area kewanitaan
  • Ketika mencucui area vagina, pastikan Anda mengusapnya dari arah dengan ke belakang.
  • Gunakan pakaian dalam yang cukup longgar.
  • Gunakan pakaian dalam dengan bahan katun.
  • Setelah mandi, berenang, baung air, atau bahkan berolahraga, pastikan Anda mengeringkan area kewanitaan Anda.
  • Pastikan area tersebut selalu dalam kondisi kering dna juga tidak lembab.

Ingat, penting untuk Anda selalu memperhatikan kondisi kesehatan area vagina serta kondisi keputihan yang kerap Anda alami. Maka dari itu, jangan pernah Anda menganggap remeh ketika vagina Anda mengeluarkan cairan yang  memiliki bau amis, busuk atau bahkan aroma yang tidak sedap.

Mengenal Ciri-Ciri Flek Tanda Hamil Serta Bedanya Dengan Darah Menstruasi

Dari sekian banyak tanda-tanda kehamilan muda, sebenarnya ada 1 tanda kehamilan yang kerap kali membuat orang yang mengalaminya merasa bingung, karena tanda yang satu ini memiliki sifat ambigu terutama bagi ibu hamil muda yang baru saja mendapatkan kehamilan.

Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan tanda-tanda kehamilan ini hampir sama dengan gejala ketika hendak menstruasi atau sama seperti ketika Anda menstruasi. Gejala awal kehamilan yang dimaksud disini adalah munculnya flek hitam atau terjadinya pendarahan implantasi.

Terjadinya pendarahan ringan ini memang tidak dialami semua wanita hamil, mungkin hanya ada 1/3 orang saja yang mengalami kondisi ini. Kondisi ini umumnya akan terjadi setelah sel telur yang ada di dalam perut Anda berhasil bertemu dengan sperma, yakni kondisi dimana ketika si embrio mulai berusaha dengan baik untuk menempelkan dirinya ke bagian dinding rahim atau dikatakan juga dengan proses implantasi.

Kapan biasanya flek tanda hamil mulai muncul?

Pendarahan implantasi ini umumnya akan muncul atau akan Anda rasakan sekitar 5-12 hari setelah terjadinya proses pembuahan, atau sekitar 2-7 hari sebelum atau bahkan menjelang waktu menstruasi.

Namun ada juga kemungkinan lainnya terkait kondisi tersebut, ketika flek hitam ini muncul bersamaan dengan waktu menstruasi. Jika kondisi ini terjadi, maka kemungkinan besar orang yang mengalami akan menganggap jika dirinya sedang haid dan bukan gejala kehamilan.

Ciri-Ciri Flek Tanda Hamil

Munculnya flek hitam yang merupakan tanda kehamilan kerap kali disebut sebagai darah haid, maka Anda harus mengetahui dan memahami ciri-ciri flek tanda hamil. Jika seperti itu, apa saja ciri munculnya flek sebagai tanda kehamilan? Untuk menjawab pertanyaan Anda, yuk kita simak ulasan di bawah ini!

  1. Muncul 7 hari sebelum waktu haid

Seperti yang telah  dijelaskan sebelumnya, bahwa flek hitam yang berperan sebagai tanda kehamilan akan muncul sebelum hari H menstruasi. Umumnya siklus haid akan berlangsung di hari ke-14 setelah masa ovulasi Anda. Akan tetapi, jika proses pembuahan berhasil terjadi maka pendarahan implantasi ini akan muncul dan akan Anda temukan diantara hari ke-6 hingga hari ke-12 setelah masa pembuahan.

  1. Warna flek tanda hamil berbeda dengan warna darah haid

Jika dilihat dari segi warna, biasanya warna flek yang keluar sebagai tanda kehamilan memiliki warna agak cerah atau bahkan agak gelap, apalagi jika dibandingkan dengan warna darah haid yang rata-rata berwarna merah.

Jika flek yang keluar berwarna kecoklatan, maka kondisi ini menandakan darah yang keluar bukan lagi darah segar, karena  darah tersebut sudah menempuh perjalanan yang cukup jauh yang berasal dari dinding rahim hingga vagina.

  1. Volume darah yang keluar lebih sedikit

Untuk volume darah yang keluar, biasanya darah implantasi yang keluar jumlahnya tidak banyak, bahkan hanya menyerupai bercak, berbeda dengan darah haid yang keluarnya dalam jumlah yang cukup banyak.

Bukan hanya itu, darah implantasi tidak sama dengan darah haid,biasanya akan langsung dan berhenti dalam hitungan jam saja atau bahkan hitungan hari yaitu sekitar 1-3 hari.

  1. Disertai dengan gejala kehamilan lainnya

Pendarahan implantasi merupakan gejal awal kehamilan,biasanya darah ini akan disertai dengan gejala kehamilan lainnya, bisa berlangsung secara bersamaan atau bahkan gejala lainnya akan Anda rasakan setelah darah implantasi keluar. Gejala-gejala kehamilan lainnya yang bisa Anda rasakan diantaranya seperti:

  • Mudah lelah.
  • Muntah.
  • Perut bengkak.
  • Sensitivitas indera penciuman meningkat.
  • Payudara sensitif.
  • Frekuensi buang air kecil meningkat.
  • Sakit kepala.
  • Naiknya suhu basal tubuh.

Tanda-tanda Hamil Muda Pada Perut yang Sering Terjadi

Kehamilan umumnya terjadi pada bagian rahim yang  terletak di bagian perut bawah. Maka tidak heran, jika banyak orang yang bertanya-tanya “apakah sakit perut di bagian bawah merupakan tanda kehamilan atau bukan?” Jawabannya iya, akan tetapi Anda harus mengetahui karakteristiknya seperti apa, serta Anda juga harus mengetahui tanda-tanda hamil muda pada perut yang lainnya.

Perlu Anda ketahui, bahwa munculnya rasa sakit di bagian perut bawah merupakan salah satu tanda kehamilan, namun tidak semua ibu hamil merasakan tanda kehamilan ini. Mengapa? Karena umumnya tanda-tanda hamil muda pada perut yang sering di rasakan ibu hamil seperti keram di bagian perut, nyeri ulu, mual, kembung dan beberapa hal lainnya.

 

Tanda tanda Hamil Muda Pada Perut

Nah, di bawah ini ada beberapa tanda-tanda hamil muda yang sering terjadi pada bagian perut yang harus Anda ketahui, diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Kram perut bagian bawah

Munculnya sensasi sakit di bagian perut bawah ini biasanya terjadi karena adanya proses implantasi sel telur yang sudah berhasil dibuahi di dalam rahim Anda. Biasanya hal ini akan terjadi sekitar 10-14 hari setelah proses ovulasi atau bahkan setelah terjadinya masa subur. Waktu dari ovulasi ini memang bisa dikatakan hampir bersamaan dengan jadwal menstruasi Anda ya Moms.

Munculnya rasa sakit di bagian bawah perut ini biasanya akan Anda rasakan di bagian tengah, atau pada posisi dimana rahim Anda berada. Bukan hanya kram, biasanya sensasi kram ini juga disertai dengan munculnya bercak darah.

  1. Sakit perut bagian kanan atau kiri bawah

Sebenarnya keluhan ini tidak termasuk ke dalam golongan tanda tanda awal kehamilan, akan tetapi disini kami akan sedikit menjelaskannya. Mengapa? Karena sampai saat ini masih banyak pertanyaan yang diajukan mengenai kondisi ini.

Sebenarnya, sakit perut di bagian kanan atau bahkan kiri bawah ini memang merupakan tanda-tanda kehamilan, namun bukan tanda awal dari kehamilan itu sendiri. Karena biasanya kondisi ini akan Anda rasakan di usia kehamilan 4 bulan atau ketika kehamilan memasuki trimester 2 kehamilan. Hal ini akan terjadi karena adanya proses peregangan di bagian ligamentum rotundum.

  1. Perut kembung

Ibu hamil juga biasanya mengalami perut kembung bahkan sering bersendawa. Biasanya kondisi ini akan dirasakan atau dialami ibu hamil ketika usia kehamilannya menginjak usia 11 minggu, dan akan berakhir ketika masa persalinan sudah mendekat.

Kondisi ini biasanya terjadi ketika kadar gas dalam lambung dan usus meningkat. Hal ini dikarenakan kadar progesteron yang terus meningkat selama masa kehamilan Anda.

  1. Mual-mual

Terkait dengan adanya rasa ketidak nyamanan dengan perut Anda, mual juga bisa menjadi salam satu tanda awal kehamilan muda yang memang sering dialami ibu hamil. Biasanya kondisi ini akan mulai dirasakan ibu hamil sekitar 2-8 minggu setelah terjadinya proses konsepsi atau dalam kata lain proses pembuahan. Mual yang dialami ibu hamil ini juga biasanya akan terjadi sekitar 13-14 minggu, atau bahkan bisa saja berlangsung lebih lama tergantung kondisi ibu hamil itu sendiri.

Nah, itu dia tanda-tanda hamil muda pada perut yang harus Anda ketahui dan sering terjadi pada ibu hamil. Semoga informasi yang kami sampaikan di kesempatan ini bermanfaat bagi Anda semua para pembaca. Terima kasih!

Fakta Tentang Tanda-tanda Hamil 1 Minggu

Kehamilan adalah salah satu kabar yang paling membahagiakan dan juga paling ditunggu-tunggu setiap pasangan suami istri. Maka tidak heran jika sampai saat ini masih banyak para wanita yang ingin mengetahui dengan cepat mengenai berita kehamilan ini, yaitu dengan mengetahui dan juga memperhatikan tanda tanda hamil 1 minggu.

Biasanya di usia kehamilan 1 minggu seorang ibu hamil belum bisa merasakan tanda tanda hamil 1 minggu dengan tepat. Bahkan biasanya gejala atau tanda kehamilan mulai bisa di rasakan ketika kehamilan menginjak usia 1 bulan atau bahkan ketika seseorang mengalami telat menstruasi. Ketika itu, sebagian besar wanita akan mengalami kondisi kram di bagian perut, munculnya bercak darah, mual yang disertai muntah serta gejala lainnya.

 

Perhitungan Kehamilan

Jika kehamilan dihitung selama 40 minggu, perhitungannya dimulai sejak hari pertama menstruasi terakhir maka Anda belum bisa dipastikan benar-benar mendapatkan kehamilan di minggu pertama ini.

Umumnya kehamilan bisa dipastikan positif jika kehamilan tersebut sudah menginjak usia 2 minggu atau bahkan di awal minggu ke-3 kehamilan, dan hal ini akan sangat tergantung terhadap masa subur atau bahkan masa ovulasi.

Ketika masa ovulasi tiba, maka ovarium akan melepaskan sel telur dan akan bergerak maju kearah tubafalopi. Agar bisa hamil, maka bagian sel telur harus benar-benar bertemu dengan sperma yang ada tepat di tubafalopi.

Moms penting untuk di ketahui, bahwa siklus ovulasi yang Anda alami umumnya akan menentukan tanggal dari proses pembuahan, biasanya terjadi di hari ke-13 hingga hari ke-20 setelah masa menstruasi terakhir. Akan tetapi, ovulasi ini juga akan tergantung dari seberapa lama siklus menstruasi seorang wanita dan jika dilihat secara umum siklus menstruasi wanita normalnya berlangsung sekitar 28 hari.

 

Tanda-tanda Hamil 1 Minggu

Bukan hanya telat menstruasi, namun beberapa minggu setelah terjadinya proses pembuahan sebagian besar wanita akan mengalami pertanda lain, diantaranya seperti:

  1. Payudara bengkak dan sensitive

Di minggu pertama kehamilan, biasanya kondisi payudara Anda akan sedikit membengkak, bahkan akan terasa lebih sensitif dan juga terasa nyeri jika disentuh. Namun sayangnya, sedikit orang yang akan menyadari kondisi tersebut bahkan sebagian besar wanita akan mengira kalau dirinya hendak menstruasi.

  1. Mual dengan atau tanpa muntah

3 minggu setelah proses pembuahan, sebagian besar wanita hamil biasanya akan mengalami  morning sicknes. Atau dalam arti lain kondisi dimana dirinya merasa sering mual yang disertai muntah. Biasanya kondisi ini terjadi setiap pagi dan juga malam hari. Mengapa bisa terjadi? Karena ketika Anda hamil, kondisi hormon kehamilan Anda akan meningkat.

  1. Sakit pinggang bagian bawah

Tidak hanya itu, ibu hamil juga kerap merasakan sakit pinggang di bagian bawah dan kemungkinan besar  akan berlangsung selama masa kehamilan. Hal ini terjadi karena adanya penambahan berat badan serta terjadinya perubahan pada postur tubuh Anda ya Moms.

Tidak hanya ketiga point di atas yang sudah kami sebutkan, ada beberapa gejala atau tanda kehamilan lainnya yang harus Anda ketahui, antara lain:

  • Frekuensi buang air kecil yang meningkat
  • Merasa lebih sensitive
  • Merasa mudah lelah
  • Suasana hati yang berubah
  • Nafsu makan tidak menentu atau bahkan hilang
  • Terkadang terjadinya sembelit
  • Ngidam atau menginginkan makanan tertentu

Walaupun menentukan tanda tanda hamil 1 minggu itu sulit, akan tetapi Anda tidak perlu khawatir. Mengapa? Karena kabar yang menggemberikan ini bisa Anda pastikan beberapa minggu lagi. Jika diperlukan, Anda bisa memeriksakan diri ke dokter kandungan, agar Anda bisa memastikan kabar gembira tersebut.

Mengenal Tanda Pasti Hamil yang Jarang Diketahui

Salah satu tanda-tanda kehamilan yaitu telatnya menstruasi. Bahkan cara yang paling mudah dan cepat untuk memeriksa apakah Anda hamil atau tidak yaitu dengan melakukan tes kehamilan dengan menggunakan test pack. Untuk test pack sendiri bisa dengan mudah Anda temukan di apotek.

Dalam kasusnya, tes kehamilan ini akan mendeteksi kadar hormon beta-hCG atau  human chorinic gonadotropin yang ada di bagian urin Anda. Hormon beta-hCG ini adalah salah satu jenis hormon yang mana dihasilkan oleh plasenta atau dalam kata lain dihasilkan oleh ari-ari embrio.

Alat test pack sendiri memiliki tingkat sensitivitas yang berbeda-beda terhadap kadar hormon yang biasanya akan dideteksi, hal ini umumnya akan tergantung pada merk produk alat tes kehamilan yang Anda gunakan.

Di Indonesia sendiri, rata-rata alat test pack yang dijual memiliki tingkatan sensitivitas yang cukup rendah, yaitu sekitar 25 mIU/mL. Namun ada juga yang menjual alat tes kehamilan dengan tingkat sensitivitas yang lebih rendah lagi, yiatu sekitar 10 mIU/mL, biasanya alat test pack yang memiliki tingkat sensitivitas yang sangat rendah adalah alat tes pack dengan ukuran yang sangat kecil.

Moms, umumnya alat tes kehamilan yang biasa disebut dengan test pack ini mampu mendeteksi kehamilan Anda sejak usia kehamilan 6-14 hari setelah terjadinya pembuahan. Namun hasil yang lebih akurat biasanya akan Anda peroleh ketika Anda sudah telat menstruasi, kurang lebih 3-4 hari setelah tanggal menstruasi Anda yang seharusnya.

Tidak hanya itu, kadar hormon beta-hCG ini juga mampu mencapai tingkatan puncaknya pada minggu ke-8 sampai minggu ke-11 kehamilan yang perhitungannya dimulai dari hari pertama haid terakhir atau disebut dengan HPHT. Jika Anda melakukan tes pada hari-hari ini, maka bisa dipastikan Anda memperoleh hasil yang positif jika Anda hamil.

Jika Anda memperoleh hasil yang positif atau bahkan negatif, dan Anda masih ragu dengan hasil tersebut, maka Anda bisa mengulangi kembali tes tersebut 2 hari kemudian.

Sebenarnya, tanda kehamilan itu dibagi menjadi 2 bagian, yaitu tanda kehamilan tidak pasti atau dugaan dan tanda kehamilan pasti. Untuk tanda kehamilan tidak pasti yang biasanya dialami ibu hamil umumnya bervariasi dan tidak sama antara ibu satu dengan yang lainnya, seperti:

  • Sering berkemih
  • Pembesaran dan nyeri payudara
  • Mual
  • Perasaan lelah
  • Daerah sekitar puting susu menghitam
  • Peningkatan suhu tubuh
  • Munculnya flek di area vagian yang dikarenakan adanya hasil pembuahan di bagian dinding Rahim.

Itulah beberapa tanda hamil yang tidak pasti, sedangkan tanda pasti hamil atau obyektif diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Anda merasakan adanya janin serta merasakan adanya gerakan pada janin.
  • Anda mendengar bungi detak jantung buah hati Anda pada auskultasi, hal ini bisa Anda rasakan jika Anda melakukan pemeriksaan pada dokter.
  • Munculnya gambaran janin jika Anda melakukan USG atau bahkan terlihat pada hasil scanning.

Untuk kondisi menstruasi yang terlambat sebenarnya tidak melulu merupakan tanda kehamilan, karena bisa juga disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya seperti:

  • Terjadinya perubahan berat badan
  • Exercise yang berlebihan
  • Crash diet
  • Anda yang merokok, meminum minuman beralkohol, bahkan peminum kopi yang berlebihan.
  • Pengguna obat-obatan tertentu
  • Stress psikologis
  • Penyakit kandungan
  • Penyakit lainnya seperti gangguan tiroid

Itu dia sedikit informasi yang bisa kami sampaikan dikesempatan ini mengenai tanda pasti hamil. Semoga informasi yang kami sampaikan ini bisa memberikan manfaat yang cukup besar untuk Anda semua. Terima kasih!

6 Tanda-tanda Hamil Muda yang Mungkin Mengejutkan Anda

Telat menstruasi yang disertai mual dan muntah atau disebut juga dengan morning sickness adalah gejala awal kehamilan atau bisa juga disebut dengan tanda-tanda hamil muda. Umumnya kondisi ini akan Anda rasakan jika usia kehamilan Anda sudah menginjak usia 2 minggu. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan, setelah sel telur Anda dibuahi dengan sempurna, maka tubuh Anda akan megalami perubahan dan akan menyesuaikan dirinya sendiri. Namun, ada beberapa tanda tanda-hamil muda lainnya yang mungkin saja tidak akan pernah Anda sadari sebelumnya.

 

Tanda tanda Hamil Muda

Dibawah ini ada beberapa tanda atau bahkan gejala hamil muda yang harus benar-benar Anda pahami dengan jelas, agar Anda bisa mengontrol diri Anda sendiri, diantaranya seperti:

  1. Payudara membengkak dan nyeri

Ketika kondisi hormon Anda berubah di awal kehamilan, biasanya akan membuat kondisi payudara Anda melunak, terasa sakit, hingga terasa lebih sensitif. Hal ini dikatakan normal dialami ibu hamil. Bahkan biasanya kondisi payudara Anda juga akan terasa lebih penuh dan juga berat dari biasanya.

  1. Morning sickness

Morning sicknes atau kondisi dimana Anda sering merasa mual dengan atau bahkan tanpa disertai muntah merupakan gejala awal kehamilan. Umumnya kondisi ini akan Anda rasakan setiap harinya setiap pagi dan juga malam hari. Namun Anda tidak perlu khawatir, karena kondisi ini hanya akan berlangsung selama trimester pertama kehamilan. Itu artinya jika memasuki trimester dua kehamilan, kondisi ini akan jarang Anda rasakan.

Penyebab morning sickness selama kehamilan sampai saat ini belum bisa dipastikan, namun mungkin saja hormon kehamilan menjadi penyebab utamanya. Bukan hanya itu, mungkin saja para ibu hamil juga akan mendapati bahwa aroma yang sebelumnya bukanlah masalah akan menjadi masalah yang cukup besar ketika mereka hamil.

  1. Sering buang air kecil

Sering buang air kecil juga merupakan gejala atau tanda umum kehamilan. Kondisi ini dikarenakan ukuran rahim Anda yang semakin hari semakin membesar, sehingga menekan bagian uterus atau kantung kemih. Sehingga frekuensi buang air kecil Anda akan meningkat dari biasanya.

  1. Mudah merasa lelah

Mudah merasa lelah juga merupakan gejala awal kehamilan dan menduduki peringkat yang paling atas dari gejala kehamilan lainnya. Selama Anda hamil, umumnya kadar hormon progesterone Anda akan sangat meningkat dan hal inilah yang membuat Anda mudah merasa lelah dan mudah mengantuk.

  1. Hilangnya nafsu makan

Ketika awal kehamilan, mungkin Anda akan kehilangan nafsu makan dan mungkin saja Anda malah menginginkan makanan yang lain misalnya seperti rujak atau bahkan makanan lainnya. Sama halnya dengan gejala kehamilan yang lain, kondisi hilangnya nafsu makan dan ngidam ini juga erat kaitannya dengan perubahan hormon dalam tubuh Anda. Namun Anda tidak perlu khawatir, hilangnya nafsu makan ini hanya akan berlangsung di trimester pertama kehamilan. Namun meskipun demikian, Anda tetap harus memperhatikan asupan makanan Anda ya Moms.

  1. Perubahan suasana hati

Bukan hanya hilangnya nafsu makan, selama awal kehamilan umumnya Anda juga akan mengalami  perubahan suasana hati. Kadang Anda akan merasa cepat marah, cepar sedih, bahkan Anda akan merasakan bahagia atau senang yang tiada tara. Hal ini dikarenakan adanya perubahan hormon dalam tubuh Anda karena kehamilan itu sendiri.

Keputihan, Apakah Tanda Awal Kehamilan?

Perubahan yang dialami ibu hamil baik secara fisik atau bahkan hormonal umumnya akan memicu terjadinya perubahan terhadap hal apapun. Nah, salah satu wujud dari perubahan hormonal itu sendiri adalah adanya aliran darah pada daerah kewanitaan yang semakin deras dan hal ini umumnya akan menyebabkan terjadinya cairan di area vagina menjadi meningkat.

Walaupun keputihan merupakan hal normal yang dialami ibu hamil, kondisi ini dikenal dengan sebutan leucorrhea dan menjadi keputihan tanda hamil, namun ibu hamil tetap harus mewaspadai kondisi keputihan selama kehamilan tersebut. Bahkan Anda juga harus benar-benar memahami keputihan yang bersifat normal dan keputihan yang sifatnya membahayakan.

 

Penyebab Keputihan Tanda Hamil

Keputihan yang mana dialami ibu hamil di awal kehamilan ini umumnya disebabkan oleh kondisi vagina yang semakin lembab. Hal ini di karenakan adanya perubahan terhadap hormon estrogen yang umumnya terjadI di awal kehamilan hingga menjelang proses persalinan.

 

Tanda Keputihan Normal

Nah, pada kesempatan ini kami akan memberikan sedikit informasi kepada Anda mengenai kondisi keputihan normal yang umumnya dialami ibu hamil, antara lain:

  1. Keputihan berwarna putih bening

Untuk kondisi keputihan yang normal, biasanya cairan keputihan ini memiliki warna putih yang bening atau tidak berwarna. Sedangkan jika keputihan Anda berwarna kuning atau bahkan hijau pekat, maka dipastikan keputihan yang Anda alami ini bukanlah suatu keputihan yang normal dan harus segera diwaspadai dan diperiksakan untuk memastikan tidak terjadi hal yang buruk pada janin Anda

  1. Tidak berbau

Untuk keputihan normal yang dialami ibu hamil bukan hanya dilihat dari warnanya yang bening, namun juga keputihan normal yang dialami ibu hamil umumnya tidak memiliki bau. Jikap Anda merasakan adanya bau, bau yang dirasakan merupakan bau khas.

Nah, jika keputihan yang keluar dari area vagina Anda berwarna apalagi berbau menyengat, maka dipastikan kondisi ini akan membahayakan kesehatan Anda dan janin dalam kandungan.

  1. Tidak terasa gatal

Moms, jika keputihan yang keluar berwarna normal dan tidak mengeluarkan bau, namun Anda merasakan sensasi gatal atau bahkan panas yang tidak tertahankan, maka Anda harus mewaspadai kondisi tersebut. Karena keputihan yang normal umumnya tidak akan menyebabkan gatal di area kewanitaan.

Itu dia di atas beberapa tanda keputihan normal yang sering dialami ibu hamil. Jika seperti itu, bagaimana kondisi keputihan abnormal yang harus diwaspadai ibu hamil?

 

Keputihan yang Harus Diwaspadai

Berikut tanda-tanda kehamilan abnormal yang harus diwaspadai selain munculnya aroma bau, warna yang gelap dan menimbulkan rasa gatal, diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Keluarnya cairan putih keabu-abuan

Anda harus berhati-hati dengan cairan keputihan ini, karena kondisi ini merupakan suatu kondisi terjadinya sekresi hormon yang akan menyebabkan bakteri berlebih di bagian kewanitaan. Biasanya kondisi ini akan mengganggu keseimbangan bakteri yang normal dan akan menyebabkan terjadinya infeksi di bagian kewanitaan.

  1. Cairan putih kekuningan

Ketika keputihan Anda keluar dengan kondisi ini, maka kondisi ini merupakan kondisi dimana area kewanitaan Anda sudah ditumbuhi jamur. Terutama ketika Anda hamil, ketika kondisi hormon esterogen dan progesteron meningkat maka jamur yang berada di area kewanitaan akan semakin menetap.

  1. Cairan keputihan berbusa dan berwarna

Ketika Anda mengalami keputihan dengan ciri-ciri keluarnya cairan yang berbusa, mengeluarkan aroma bau, dan memiliki warna kuning kehijauan, maka Anda harus benar-benar berhati-hati dengan kondisi ini. Kemungkinan besar kondisi yang Anda alami ini dipicu oleh parasit Trichomonas vaginalis, yang bisa ditularkan secara seksual.

Ingin Cepat Hamil? Yuk Ikuti Tips dan Cara Mudah Berikut Ini

Apakah saat ini Anda tengah menantikan hadirnya buah hati yang lucu dikehidupan keluarga kecil Anda? Apakah Anda menanti kehamilan? Anda merasa kesulitan memperoleh kehamilan? Nah,  pada kesempatan ini kami akan membagikan sedikit tips kepada Anda mengenai cara cepat hamil, agar Anda bisa dengan mudah memperoleh kehamilan.

Memang benar, untuk memperoleh kehamilan dibutuhkan suatu usaha yang cukup besar baik dari Anda atau bahkan dari pasangan Anda sendiri. Bahkan untuk memperoleh kehamilan yang cepat, Anda juga harus berada pada waktu yang tepat untuk memastikan sel telur bisa bertemu dengan sperma sehingga bisa terjadinya proses pembuahan.

Lantas, apa saja cara agar cepat hamil yang  bisa dilakukan dengan mudah? Agar Anda bisa cepat meraih kehamilan, maka ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan, diantaranya seperti:

  • Lepaskan alat kontrasepsi Anda
  • Periksakan kondisi kesehatan ke dokter
  • Mengetahui kapan masa subur
  • Lakukan hubungan intim di waktu yang tepat
  • Lakukan hal ini saat melakukan hubungan intim
  • Jaga kualitas dan kuantitas sperma pria
  • Jangan terlalu stres
  • Terapkan pola hidup sehat

 

Tips Cepat Hamil

Nah, bagi Anda yang ingin segera memperoleh momongan, maka kami akan sedikit memberikan tips cepat hamil agar Anda dan pasangan bisa segera memperoleh momongan. Seperti apa tipsnya? Yuk ikuti panduan kita kali ini!

  1. Lebih sering melakukan hubungan suami istri

Pastinya hal ini merupakan hal utama yang harus Anda lakukan dan pasangan. Semakin sering Anda dan pasangan melakukan hubungan suami istri, maka semakin besar pula peluang Anda memperoleh momongan. Nah, lebih bagus lagi kalau Anda bisa melakukan hubungan suami istri ini ketika memasuki masa subur.

  1. Mengetahui masa ovulasi

Hal ini juga merupakan suatu hal penting yang harus benar-benar Anda perhatikan, seperti mengetahui kapan kondisi tubuh Anda bisa melepaskan sel telur. Nah, inilah waktu yang sangat tepat untuk tubuh melakukan pembuahan yang berasal dari sperma. Anda harus merasa beruntung jika Anda memiliki siklus menstruasi yang cukup teratur, karena hal ini akan memudahkan Anda untuk bisa memprediksi masa subur serta waktu ovulasi Anda. Meskipun siklus menstruasi Anda tidak teratur, maka Anda bisa memperkirakannya dengan cara menghitung rata-rata siklus menstruasi setiap bulannya.

  1. Pastikan bercinta di “hari ini”

Ingat! Selain Anda melakukan hubungan suami istri pada hari-hari lainnya, hal yang harus Anda lakukan dengan pasangan yaitu melakukan hubungan suami istri pada hari masa ovulasi. Mengapa demikian? Karena pada hari ovulasi tersebut kondisi tubuh memiliki kemungkinan yang cukup besar agar bisa mempersiapkan dirinya untuk hamil, yakni dengan memproduksi lebih banyak cairan yang berada di dalam serviks, sehingga sperma dan sel telur akan dengan mudah bertemu.

Bukan hanya itu, ternyata sel telur hanya mampu bertahan selama 12-24 jam saja setelah proses pelepasan. Maka dari itu, akan jauh lebih baik lagi jika Anda dan pasangan memperbanyak frekuensi berhubungan pada hari-hari tersebut.

  1. Nikmati prosesnya

Mengkonsumsi makanan sehat, berolahraga, dan tidak lupa untuk berhubungan yang bisa membuat Anda dan pasangan menikmati setiap prosesnya. Jangan pernah Anda merasa stress, khawatir, takut atau bahkan tegang ketika berhubungan. Mengapa? Karena untuk memperoleh hasil terbaik, Anda dan pasangan harus bisa melakukan hubungan suami istri yang fun serta merasa bahagia, karena itu adalah kunci keberhasilan memperoleh momongan dengan cepat.

 

Makanan Agar Cepat Hamil

Selain memperhatikan tips atau cara cepat hamil, Anda juga harus memperhatikan pola hidup sehat untuk bisa memperoleh kehamilan dengan cepat, salah satunya yaitu berolahraga dan mengkonsumsi makanan agar cepat hamil.

Nah, Anda ingin cepat hamil? Di bawah ini ada beberapa jenis makanan yang bisa Anda konsumsi agar Anda bisa cepat hamil, antara lain:

  • Daging
  • Makanan yang mengandung protein nabati seperti tempe, tahu, kacang polong, susu kedelai, atau sayur bayam.
  • Ikan
  • Susu dan produk olahannya seperti youghert dan keju.
  • Makanan yang mengandung zinc seperti kuning telur, bawang putih, tiram, biji wijen dan hati sapi.

 

Cara Cepat Hamil Setelah Haid

Moms, selain memperhatikan asupan makanan, Anda juga harus mengetahui masa subur wanita setelah haid agar cepat hamil. Karena dengan Anda mengetahui masa subur diri Anda sendiri, Anda akan bisa dengan mudah memperkirakan kemungkinan sel telur bertemu dengan sperma agar bisa dibuahi.

Selain itu, ada beberapa hal lainnya yang pastinya harus Anda ketahui agar Anda bisa cepat memperoleh momongan, salah satunya yaitu dengan mengetahui cara cepat hamil setelah haid yang pastinya sangat mudah untuk Anda dan pasangan lakukan. Jika Anda melakukan hal-hal tersebut, maka kemungkinan besar peluang untuk memperoleh momongan dengan waktu yang singkat akan sangat mudah Anda peroleh. Hal ini berlaku bagi seorang ibu baru atau bahkan bagi Anda yang menginginkan momongan untuk kesekian kalinya.

Berikut cara cepat hamil setelah haid yang bisa Anda lakukan, yaitu sebagai berikut:

  • Berhubungan suami istri saat masa subur
  • Konsumsi asam folat secara ekstra
  • Konsumsi protein dan vitamin E
  • Jagalah berat badan Anda agar kondisi tubuh Anda tidak terlalu gemuk serta tidak terlalu kurus
  • Olahraga secara teratur
  • Hindari stres
  • Jauhi hal yang membahayakan kehamilan
  • Stop merokok
  • Lakukan kegiatan yang membuat Anda dan juga pasangan bahagia

 

Cara Cepat Hamil Secara Alami

Seperti yang kita ketahui sebelumnya, bahwa salah satu cara tepat untuk segera memperoleh momongan yaitu dengan mengetahui masa subur wanita. Jika Anda kesulitan untuk mengetahui masa subur Anda, maka Anda bisa mencari cara menghitung masa subur wanita agar cepat hamil. Dengan begitu Anda akan dengan mudah mengetahui masa subur Anda, dan pada saat itu Anda bisa melakukan hubungan suami istri.

Namun jika hal tersebut sudah Anda lakukan namun Anda tetap masih belum berhasil memperoleh momongan, maka pada kesempatan ini kami akan memberikan solusi bagi Anda yang ingin segera memperoleh momongan.

Berikut cara cepat hamil secara alami yang bisa Anda ikuti, antara lain:

  • Berhubungan di waktu yang tepat
  • Mengetahui masa subur
  • Efek samping dari penggunaan pil kontrasepsi
  • Perhatikan posisi bercinta
  • berusaha santai dan hindari stres
  • Hindari penggunaan pelumas
  • Jaga kesehatan tubuh
  • Pola hidup sehat

 

Obat Cepat Hamil

Mungkin Anda bertanya-tanya adakah obat cepat hamil yang bisa dikonsumsi agar segera memperoleh momongan? Jawabannya ada. Memang saat ini sudah tersebar berbagai jenis obat yang bisa Anda konsumsi agar cepat hamil. Namun sayangnya, obat-obatan tersebut belum bisa diyakini 100% bisa membuat Anda cepat memperoleh keturunan.

Bukan hanya itu, ternyata obat-obatan tersebut juga masih memiliki efek samping yang berbahaya jika Anda mengkonsumsinya secara berlebih. Obat cepat hamil yang bisa Anda temukan di pasaran diantaranya adalah Clomiphene citrate, Metformin hydrochloride, Bromocriptine, dan juga Gonadotrophins.

Sebenarnya sah-sah saja jika Anda ingin mengkonsumsi obat agar cepat hamil, namun Anda juga harus mempertimbangkan efek samping serta resiko yang akan Anda hadapi jika mengkonsumsi obat-obatan tersebut. Dan sebaiknya Anda melakukan berbagai cara alami yang bisa membantu Anda agar Anda bisa cepat hamil daripada Anda mengkonsumsi obat-obatan tertentu.

Cara Tepat Menghitung Masa Subur Agar Cepat Hamil

Seperti yang kita ketahui, bahwa hamil adalah salah satu masalah waktu. Yaitu waktu yang tepat dimana sperma akan bertemu dengan sel telur yang berasal dari wanita dan terjadilah pembuahan. Nah, agar Anda bisa cepat hamil maka Anda bisa mengira-ngira atau bahkan harus bisa mengetahui dengan pasti kapan masa subur Anda serta kapan masa tidak subur Anda. Tapi, bagaimana cara mengetahui itu semua?

Tenang saja dan tidak perlu khawatir, karena Anda bisa mengetahui masa subur Anda dengan cara menghitung masa subur wanita agar cepat hamil, yakni dengan memperhatikan siklus haid Anda. Penting untuk diketahui, bahwa siklus haid atau siklus menstruasi Anda bisa memberikan petunjuk yang cukup akurat kapan masa subur Anda berlangsung. Pada waktu inilah peluang Anda mendapatkan kehamilan akan terbuka dengan sangat besar.

 

Cara Menghitung Masa Subur Wanita

Ada satu hal yang harus Anda perhatikan agar Anda bisa dengan mudah menghitung masa subur wanita agar cepat hamil, yaitu kalender. Disini Anda bisa menandai setiap tanggal Anda menstruasi, agar Anda bisa menghitung masa subur. Mudah, bukan?

Nah, dibawah ini ada beberapa langkah yang bisa Anda ikuti agar bisa menghitung masa subur, antara lain:

  1. Ketahui panjang siklus menstruasi Anda

Agar Anda bisa menghitung masa subur, maka Anda dianjurkan untuk menandai setiap siklus menstruasi Anda setiap bulannya, kemudian hitung berapa lama siklus tersebut berlangsung. Biasanya panjang siklus menstruasi ini akan dihitung mulai dari hari pertama menstruasi hingga hari terakhir menstruasi.

Moms, dikarenakan panjang siklus menstruasi akan berbeda setiap bulannya, maka ada baiknya jika Anda mencatat siklus menstruasi Anda selama beberapa bulan untuk mengetahui jumlah rata-ratanya, setidaknya Anda bisa mencatatnya selama 8 bulan jika memungkinkan.

  1. Hitung perkiraan masa subur

Langkah selanjutnya yang harus Anda lakukan yaitu dengan mencari siklus terpanjang serta siklus terpendek dari semua siklus menstruasi Anda di setiap bulannya. Jika Anda sudah mengetahuinya, maka langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah:

  • Kurangi selama 18 hari dari siklus terpendek Anda, dimana hari ini merupakan hari pertama Anda memasuki masa subur.
  • Anda bisa mengurangi sekitar 11 hari dari jumlah siklus terpanjang Anda. Dimana ini merupakan hari terakhir masa subur Anda ya moms.
  • Anda bisa melakukan hubungan suami istri di antara waktu tersebut, yaitu diantara hari ke-7 hingga hari ke-18 setelah siklus menstruasi, dan ini merupakan waktu terbaik yang bisa membantu Anda agar cepat hamil.

Memprediksi Masa Subur Melalui Tanda-tanda Pada Tubuh

Anda tidak perlu khawatir, jika Anda merasa kesulitan dalam menghitung masa subur dengan menggunakan kalender atau siklus menstruasi, maka ada acara lain yang bisa Anda ikuti untuk mengetahui masa subur yaitu dengan mengetahui beberapa tanda yang ditunjukkan oleh tubuh Anda.

Penting untuk diketahui, bahwa ternyata tubuh mampu menunjukkan sejumlah tanda-tanda ketika tubuh akan siap untuk memulai ovulasi. Patsi hal ini bisa membantu Anda untuk mengetahui masa subur dengan mudah serta merencanakan kehamilan.

Dibawah ini beberapa tanda tubuh tengah mengalami ovulasi, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Suhu tubuh basal sedikit naik
  • Perubahan pada lendir serviks (cairan dari vagina)
  • Perubahan ketegangan mulut rahim
  • Kram atau bahkan terasa nyeri yang cukup ringan pada salah satu sisi panggul
  • Nyeri pada bagian payudara atau bahkan Anda akan merasakan payudara terasa lebih lembut
  • Perut terasa kembung
  • Keputihan semakin banyak dikeluarkan
  • Gairah seks meningkat
  • Merasa lebih seksi
  • Aroma tubuh lebih baik